Notification

×

Iklan

Iklan

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Nilai Pengembangan Vokasi harus Sentuh Institusi Berbasis Agama

Sabtu, 15 Oktober 2022 | Sabtu, Oktober 15, 2022 WIB | Last Updated 2022-10-15T00:40:49Z

 


Serambiupdate.com
- Muhammad Ali Ramdani selaku Direktur Jenderal pendidikan Islam Kementerian Agama menilai bahwa pengembangan vokasi harus menyentuh institusi berbasis agama dan mencetak tenaga kerja dalam jumlah besar setiap tahunnya.

 

"Kami merasa pengembangan vokasi ini harus menyentuh institusi pendidikan berbasis agama yang jumlahnya banyak dan mencetak tenaga kerja dalam jumlah besar setiap tahunnya," ujarnya.

 

Ia mengatakan bahwa hal itu penting dilakukan karena menurut rilisan Badan Pusat Statistik, angka pengangguran terbuka dari lulusan sekolah menengah masih relatif tergolong tinggi, yakni 9,72 persen berdasarkan survei angkatan kerja nasional 2021.

 

Sejak 2018, Kementerian Agama telah mendirikan dua madrasah aliyah negeri di Ende, Nusa Tenggara Timur dan Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

 

Selain itu, pihaknya juga telah mengembangkan program keterampilan di 153 madrasah aliyah di seluruh Indonesia.

 

Namun demikian, ia menilai bahwa mutu penyelenggaraan program pendidikan vokasi masih perlu diasah dan ditingkatkan agar menyesuaikan dengan keterampilan yang dicari di era industri digital saat ini.

 

"Untuk itulah diperlukan sinergi yang erat dengan berbagai pelaku industri seperti Samsung," tambahnya.

 

Oleh karena itu, kolaborasi dan sinergi tersebut dapat dilakukan dengan konsep link and match yang mencakup penyusunan kurikulum pembelajaran berbasis proyek magang, peningkatan kompetensi bagi guru dan siswa, hingga pemberian beasiswa dan penempatan kerja.

 

Maka dari itu, ia mengapresiasi inisiatif Samsung yang telah menghadirkan program Samsung Innovation Campus yang saat ini telah memasuki batch ketiga.

 

Ia berharap melalui adanya program tersebut bisa menjangkau lebih banyak sekolah madrasah aliyah dan madrasah aliyah kejuruan sehingga lebih bermanfaat untuk banyak guru dan siswa, serta mencetak lebih banyak sumber daya manusia yang siap bekerja di era digital.

 

"Dalam hal ini, pemerintah Kementerian Agama akan selalu berada pada garis terdepan untuk mendukung inisiatif-inisiatif semacam ini sebab masa depan generasi muda bangsa ini harus dan patut diperjuangkan bersama dengan bergandengan tangan demi masa depan bangsa yang lebih baik," tuturnya.

 

Samsung Innovation Campus merupakan inisiatif yang dihadirkan Samsung untuk mempersiapkan generasi muda siap kerja di Indonesia melalui pembekalan dasar keahlian digital pada pendidikan vokasi.

 

Saat ini, SIC telah memasuki batch ketiga dan diikuti oleh 1.000 siswa serta 150 guru dari 70 sekolah yang tersebar di 38 SMK dan 32 MA/MAK di seluruh daerah di Indonesia.

 

Setelah melalui rangkaian proses penilaian dan evaluasi, dewan juri memilih tiga kelompok terbaik, yaitu tim SIC Geger 3 dari SMKN 1 Geger sebagai pemenang pertama, tim Altissimo dari SMKN 1 Cimahi sebagai pemenang kedua, dan tim Nebula dari SMKN 1 Cimahi sebagai pemenang ketiga.


ADP/SAN

×
Berita Terbaru Update