Notification

×

Iklan

Iklan

Pembentukkan Karakter Anak saat Pandemi

Rabu, 20 Juli 2022 | Rabu, Juli 20, 2022 WIB | Last Updated 2022-07-20T08:03:43Z

 




Oleh : Rabbyattul Addawiyah

Mahasiswa FKIP Uhamka


Sebagaimana yang sudah kita diketahui bahwa proses pendidikan mesti tetap berjalan sebagaimana mestinya meskipun dalam situasi apapun termasuk ditengah situasi pandemi yang melanda Negara ini. Peran pendidikan bagi suatu Negara memiliki peran yang sangat penting yang mempunyai tujuan utama yakni mampu mengembangkan segala potensi yang tertanam di dalam diri seseorang sehingga dapat memperoleh kehidupan di masa depan yang lebih baik. Serta melalui pendidikan, mampu melahirkan bibit unggul yang memiliki beragam kemampuan dan keterampilan yang berkualitas sehingga dapat menciptakan sesuatu yang mampu mendorong kemajuan suatu Negara. Bibit unggul tersebut yakni anak-anak yang memiliki segenap potensi  yang mesti dikembangkan melalui metode-metode dan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik masing-masing anak sehingga proses pembelajaran berjalan secara efektif, efisien dan tercapai tujuan pendidikan yang telah tentukan. 

Dengan adanya masa transisi dari pembelajaran secara umum yang dilaksanakan secara tatap muka atau pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran dalam jaringan (daring) tanpa adanya tatap muka akibat adanya pandemi Covid-19 menjadi suatu tantangan yang besar bagi para pendidik maupun pihak penyelenggara pendidikan dalam mewujudkan generasi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab sebagaimana tujuan pendidikan yang tertuang pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. 

Adapun seperti yang sudah di gencarkan oleh pemerintah sekarang ini yakni pembentukan karakter sedari dini dengan penguatan pendidikan karakter dengan upaya penanaman nilai-nilai baik yang melalui kurikulum 2013 yang masih menjadi kurikulum pendidikan saat ini dan kemudian diintegrasikan ke dalam mata pelajaran perlu dikuatkan kembali walaupun adanya perubahan system pembelajaran di masa seperti ini agar upaya penanaman dan penguatan nilai-nilai mampu terealisasikan melalui perilaku di kehidupan sehari-hari. 

Salah satu cara untuk membangun karakter adalah dengan pendidikan baik pendidikan formal di sekolah maupun pendidikan informal harus menanamkan nilai-nilai untuk  pembentukkan karakter (Kurniawan, 2017). Dalam pembentukkan karakter mampu dalam proses pembelajaran yang terjadi di lingkungan sekolah serta melalui pengajaran-pengajaran yang dilakukan di lingkungan rumah. Sehingga penanaman nilai-nilai karakter dan terjadinya pembentukkan karakter anak. 

Meruntut pada panduan yang dikeluarkan oleh pemerintah bahwa terdapat nilai-nilai yang perlu ditanamkan yang terdiri dari ; (1) Religius, (2) Nasionalis, (3) Mandiri, (4) Gotong royong dan (5) Integritas (Kemendikbud, 2018). Nilai-nilai tersebut yang perlu ditanamkan ke generasi-generasi selanjutnya agar tidak lengah dengan pengaruh-pengaruh luar yang berbau negatif dan membawa dampak buruk untuk personal maupun global.  

Jika kita membayangkan apabila generasi-generasi penerus bangsa ini kurang kuat dalam berkarakter, maka seperti tidak ada yang menonjol dari dirinya yang menjadi kekuatan yang terpancar dari dalam dirinya dan apabila hal tersebut terjadi maka akan berdampak tidak hanya pada anak tersebut tetapi membawa dampak besar secara tidak sadar. Terlebih lagi saat ini, perkembangan teknologi jauh lebih cepat berkembang. Dengan itu, perlu genggaman tangan yang kuat dari para pihak untuk mewujudkan terlaksananya segala upaya dengan tujuan utama yakni pembentukkan karakter anak ke arah yang lebih baik. 

Berbicara perkembangan teknologi yang melesat lebih cepat yang sudah sama-sama kita rasakan saat ini, tentunya hal tersebut menjadi tantangan yang besar juga bagi para penggiat pendidikan dan seluruh elemen masyarakat yang mempunyai tujuan yang sama yakni membentuk karakter anak dan penanaman nilai-nilai karakter di dalam diri anak. Namun, tidak elok jika kita hanya melihat di satu sisi, sebab jika kita melihat bagaimana melesatnya laju perkembangan teknologi saat ini ternyata mampu membuka harapan-harapan besar khususnya di bidang pendidikan di saat situasi pandemic yang dimana di saat itu seluruh proses pembelajaran tidak berlangsung seperti semula yakni di ruang sekolah dengan interaksi secara langsung antar pendidik dengan peserta didik sehingga semuanya menjadi lebih terbatas termasuk upaya pembentukkan karakter anak. 

Seperti yang sudah di singgung di atas bahwa terjadinya perubahan proses pembelajaran di situasi pandemi Covid-19 yang semula proses pembelajaran secara konvensional menjadi proses pembelajaran secara online tentunya terdapat perbedaan yang siginifikan di antara kedunya dan terdapat kelebihan dan kekurangan yang menyelimuti keduanya seperti bagaimana proses-proses pembentukkan karakter yang terjadi di dalam proses pembelajaran tersebut. Pembentukkan karakter anak di dalam proses pembelajaran online memerlukan usaha yang lebih kuat, metode-metode pembelajaran dan pendekatan yang tepat sebab adanya keterbatasan ruang yang memungkinkan sulitnya pendidik dalam mengoptimalkan pembentukkan karakter dan penanaman nilai-nilai karakter pada diri anak. 

Sehingga membutuhkan koordinasi pendidik dengan para orang tua anak agar nilai-nilai karakter yang sudah ditanamkan melalui proses pembelajaran mampu kekal di dalam diri peserta didik. Sementara pembentukkan karakter anak di dalam proses pembelajaran konvensional (offline) yang kemungkinan keterbatasan lebih minim tetapi juga memerlukan pendekatan yang tepat dan koordinasi pendidik dengan pihak orang tua masing-masing peserta didik terjalin dengan baik agar penanaman nilai-nilai karakter berhasil tertanam dengan baik tanpa adanya penolakkan diri dari peserta didik sehingga perlahan-lahan berubah menjadi kebiasaan baik yang terus dilakukan hingga ia mencapai tahap usia dewasa. 

 Dengan demikian, berdasarkan penjabaran yang telah disampaikan di atas maka dapat diketahui benang merahnya adalah proses pembentukkan karakter pada anak usia dini mesti dilakukan secara berkepanjangan walaupun adanya perubahan proses pembelajaran dari konvensional berubah menjadi online dengan berbekal kiat-kiat yang matang, pendekatan yang tepat serta terjalinnya hubungan kerja sama yang kuat antara pendidik dengan para orang tua supaya tujuan utama yakni pembentukkan karakter anak mampu terlaksana dan tercapai dengan baik di situasi apapun.

×
Berita Terbaru Update