Notification

×

Iklan

Iklan

Penularan Hepatitis Misterius, Satuan Pendidikan Waspada

Senin, 09 Mei 2022 | Senin, Mei 09, 2022 WIB | Last Updated 2022-05-10T08:06:08Z




Serambiupdate.com Denpasar kembali ke sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) setelah libur panjang serangkaian Hari Raya Idul Fitri 2022.


Selain mewaspadai Covid-19, satuan pendidikan kini harus mewaspadai pula penularan penyakit hepatitis. Berdasarkan laporan, penyakit ini merenggut 3 korban jiwa anak-anak di Jakarta pada April lalu. 


Pihak sekolah telah mempersiapkan tindakan ketat walaupun belum ada laporan adanya penularan penyakit tersebut di Bali. Agung Gede Wiratama, selaku Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar Anak, menuturkan pihaknya telah menyampaikan kepada satuan pendidikan di wilayahnya untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.


“Kami mengimbau satuan pendidikan agar protokol kesehatan dijaga, siswa jangan sampai belanja di luar,” ujar Agung Wiratama, Minggu (8/5).


Untuk mengantisipasi penularan penyakit hepatitis misterius tidak jauh berbeda dengan prokes Covid-19. Agung berharap semua pihak tidak kendor dalam protokol kesehatan.


“Pada surat edaran PTM yang kami keluarkan semuanya sudah tercantum,” tambah Agung Wiratama.


Komunikasi terus dijalin antara Disdikpora dengan pihak Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Denpasar terkait perkembangan kabar penyakit hepatitis yang dicurigai menyerang usia anak-anak tersebut.


Bersama Dinas Kesehatan mengantisipasi kemungkinan terburuk jika ada siswa yang nantinya menunjukkan gejala penyakit hepatitis misterius.


“Kami isolasi atau bagaimana nanti Dinas Kesehatan yang lebih tahu. Kami akan koordinasikan dengan Dinas Kesehatan,” imbuh Agung Wiratama.

Pasca libur sebagian siswa sudah harus menghadapi ujian sekolah. Untuk kelas 6 SD dijadwalkan mengikuti ujian sekolah yang menentukan kelulusan mereka ke jenjang SMP. Sementara siswa SMP juga akan mengikuti ulangan umum. Berbeda halnya dengan murid PAUD/TK yang sudah menjalani ujian.


“Prokes tetap kita utamakan karena besok ujian anak-anak wajib datang ke sekolah, tidak bisa ditunda jadwalnya karena ujian,” ucap Agung Wiratama. 

DYL

×
Berita Terbaru Update