Notification

×

Iklan

Iklan

Strategi Bisnis dan Kompetensi dasar dalam Manajemen Kewirausahawan

Minggu, 06 Februari 2022 | 2/06/2022 10:08:00 AM WIB | Last Updated 2022-02-06T03:08:00Z

  


Oleh : Wildan Falatehan

Mahasiswa FEB Uhamka

 

Tulisan ini akan mengulas macam-macam strategi bisnis dan kompetensi dasar bagi seorang wirausahawan dalam manajemen Kewirausahaan. Pertama apa itu Manajemen, kewirausahaan dan Manajemen Kewirausahaan. Manajemen merupakan proses tahapan, pengorganisasian, pengaturan, perencanaan dalam mewujudkan suatu tujuan yang telah di tetapkan. Kewirausahaan adalah Proses dalam menghasilkan keuntungan yang didapatkan dari usaha yang dibangunnya yang juga mengorbankan waktu, tenaga dan modal dalam mensukseskan usahanya. Jadi Manajemen Kewirausahaan adalah sebuah proses perencanaan yang menyangkut kegiatan berwirausaha dan cara untuk mewujudkan kewirausahaan tersebut dalam membangun bisnisnya.

 

Lalu seberapa penting sih strategi dalam membangun bisnis? Membuat perencanaan atau strategi dalam bisnis merupakan hal yang sangat penting. Dalam melakukan sesuatu atau segala hal kita perlu membuat perencanaan agar prosesnya berjalan dengan lancar, begitu juga dalam membangun bisnis. Strategi dalam bisnis merupakan hal yang pertama yang harus di buat oleh seorang wirausahawan. Dengan adanya strategi bisnis maka kegiatan bisnis yang dijalani akan lebih terarah dan terstruktur. Dan setiap masalah-masalah bisnis yang kita hadapi akan dapat teratasi dengan baik.

 

Perencanaan atau strategi bisnis ini menyangkut kemampuan wirausahawan dan lingkungan luar sehingga wirausahawan dapat bersaing dengan pebisnis lainnya. Macam-macam Strategi bisnis yaitu Yang pertama, mempunyai produk baru atau jasa baru yang mampu mendominasi pasar, dalam strategi pertama ini merupakan hal yang sulit diterapkan yakni seorang wirausaha harus bisa membuat produk baru atau jasa baru yang sebelumnya tidak pernah ada, dan menjadi nilai lebih dari produk itu sendiri, jika strategi ini berhasil maka seorang wirausahawan hanya perlu mempertahankan posisi puncaknya dalam pasar. Yang kedua, mengembangkan keterampilan untuk membuka peluang yang terdapat di pasar, dalam pasar banyak peniru yang menirukan produknya sehingga mendapat nilai lebih bagi pembeli, jika hal ini terjadi maka seorang wirausaha harus mampu pindah ke segmen pasar lain dan menguasai segmen pasar tersebut yang dianggap tidak adanya peluang oleh pebisnis lain. Lalu yang ketiga adalah merubah karakteristik dari produk yang dijual, strategi ini merubah barang yang sudah ada menjadi barang baru yang lebih bernilai serta bermanfaat, sehingga wirausahawan dapat bersaing dengan pebisnis lain.


Selain memiliki strategi atau perencaan bisnis yang bagus seorang wirausahawan juga harus mempunyai kompetensi dasar. Dalam Manajemen kewirausahaan, Kompetensi dasar ini adalah hal yang harus dilakukan oleh seorang wirausahaan agar dapat mensukseskan bisnisnya. Kompetensi dasar ini adalah yang pertama fokus kepada pasar, jika seorang wirausahawan mengerti apa saja yang terjadi di pasar, maka akan memudahkannya untuk menjalankan bisnisnya. Yang kedua, membuat ramalan pendanaan, pembuatan ramalan pendanaan ini bertujuan untuk menghindari kekurangan biaya pada saat proses bisnis ini berjalan. Yang ketiga membangun tim manajemen, hal ini memudahkan seorang wirausaha untuk menjalankan bisnisnya agar pada setiap bagian mempunyai penanggung jawabnya masing-masing, serta bisnis yang dijalankan akan lebih tertata.

 

Jadi dalam tulisan ini dapat kita ambil bahwa dalam Konsep manajemen kewirausahaan seorang wirausaha perlu membuat perencanaan bisnis agar seluruh kegiatan bisnis teratur dengan baik. Sehingga dapat terhindar dari masalah yang akan mempengaruhi bisnis tersebut. Dalam memperoleh bisnis yang baik juga perlu adanya kompetensi dasar bagi yang menjalankan bisnis yaitu seorang wirausahawan yang bertujuan sebagai landasan dan acuan bagi wirausahawan dalam menjalankan bisnisnya. Baik itu saja yang dapat saya bahas dalam penulisan opini saat ini, mohon maaf bila terdapat pembahasan atau kalimat yang kurang sesuai dengan tema karena penulis masih dalam tahap pembelajaran.

=