Notification

×

Iklan

Iklan

Sambut 100 persen PTM, Dishub Kota Denpasar Kerahkan 13 Bus Sekolah

04 Januari 2022 | Selasa, Januari 04, 2022 WIB | Last Updated 2022-01-04T04:23:51Z


Serambiupdate.com
- Dinas Perhubungan (Dishub)  Kota Denpasar mulai mempersiapkan bus sekolah begitu pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) diizinkan 100 persen. 

 

Pihaknya akan menyiapkan dan mengoperasikan  13 bus sekolah. 

 

Dishub juga telah menggelar sosialisasi di setiap sekolah yang siswanya turut dalam antar jemput bus  sekolah ini. 

 

Informasi tersebut dijelaskan oleh Kepala UPTD Pelayanan Transportasi Darat Dushub Kota Denpasar, I Dewa Ketut Adi Pradnyana. 

 

“Kita sudah sosialisasikan ke masing-masing sekolah untuk mendaftarkan siswanya yang ikut bus sekolah," tutur Dewa Adi.

 

Setelah  data diterima dari pihak sekolah,  Dishub akan mengecek dan menyiapkan jalur penjemputan. 

 

Dikatakan bahwa saat ini PTM 100 persen belum dilaksanakan di semua sekolah. 

 

Lantaran masih dalam tahap sosialisasi kepada orang tua, Dishub baru bisa menerima data setelah masa sosialisasi berakhir. 

 

Setelah menerima rekapan data, Dishub akan mengerahkan hingga 13 bus sekolah. 

 

Terdapat 3 bus dengan ukuran sedang dengan kapasitas normal 35 siswa. 

 

Akan tetapi, karena adanya pandemi Covid-19, kapasitas bus sekolah hanya bisa mengangkut maksimal 25 orang. 

 

Sementara untuk minibus dengan kapasitas normal  20 siswa, kini hanya mampu menampung maksimal 15 siswa. 

 

Bus sekolah akan beroperasi setelah data selesai paling lambat minggu ketiga bulan Januari 2022. 

 

“Itu  kalau rutenya sama. Soalnya tiap sekolah punya kebijakan yang berbeda-beda, ada sekolah yang 100 persen, ada sekolah yang hanya setengahnya. Masalah kita saat ini adalah masalah rute, misalnya satu arah  biasanya ada 6 orang, sekarang hanya ada 3 orang, kita harus mencari  3 siswa lain di jalur yang sama untuk memenuhi kapasitas ", tambah Dewa Adi. 

 

Mengenai jalur penjemputan, pihaknya mengaku tidak mengubah jalur tersebut. 

 

“Jalan yang ditempuh masih jalur normal seperti sebelum pandemi. Perubahan hanya saat PTM terbatas saja," pungkas Dewa Adi. (pr)

=