Notification

×

Iklan

Iklan

Aspek Kesehatan Yang Harus Diperhatikan dalam Pembelajaran Tatap Muka

Kamis, 06 Januari 2022 | 1/06/2022 03:12:00 PM WIB | Last Updated 2022-01-06T08:12:59Z


Nana Istiqomah 

Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat FIKES Uhamka 


Pembelajaran tatap muka (PTM) dibatasi kapasitas 100% dan dapat dilaksanakan di beberapa wilayah pada Januari 2022. Situasi pandemi belum sepenuhnya berakhir, ditambah varian Omicron yang beredar di pasaran.


Dalam aturannya, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan mewajibkan pendidik dan siswa untuk divaksinasi Covid-19, diberlakukan pembatasan jam pelajaran 6 jam per hari.


Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), menyusul 94 kasus baru kemarin (4/1/2022), jumlah kasus Omicron secara nasional mencapai 254. Rinciannya, ada sebanyak 239 kasus dari pelancong internasional dan 15 kasus dari transmisi lokal.


Sementara itu, pelaksanaan PTM kapasitas 100% untuk mahasiswa Jakarta telah memasuki hari ketiga. Situasi ini tentu akan membingungkan sebagian orang tua dan tidak bisa mengambil langkah yang paling tepat. Apalagi bagi yang masih ragu. Dalam pelaksanaan PTM terbatas, sekolah harus menyiapkan sarana sanitasi yang bersih untuk memastikan bahwa setiap fasilitas memiliki desinfektan, hand sanitizer, air bersih dan hand sanitizer yang memadai.


Selain itu hal yang harus diperhatikan adalah memastikan ketersediaan masker dan melakukan pemantauan kesehatan warga sekolah dengan mengawasi adanya gejala demam, batuk, pilek serta sesak nafas.


Sekolah juga harus membangun jejaring komunikasi dengan puskesmas atau dinas kesehatan setempat, menyiapkan ruangan UKS khusus infeksi, melatih dan membentuk tim screening sekolah serta memantau kondisi harian setiap warga sekolah.


Beberapa hal yang harus dilakukan warga sekolah di lingkungan sekolah:

1. Sering-seringlah mencuci tangan. Gunakan sabun dan air mengalir saat mencuci tangan, atau gunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60%.

2. Kenakan masker dengan benar. Gunakan masker double layer yaitu kombinasi masker medis dan masker kain.

3. Jaga jarak. Selalu jaga jarak minimal 1 meter dari orang lain.

4. Jauhi keramaian. Hindari kegiatan yang dapat menyebabkan orang banyak berkumpul, seperti berkumpul dengan teman.

5. Kurangi aktivitas di luar ruangan. Jika tidak penting, sebaiknya segera pulang setelah menyelesaikan studi di sekolah.

Selain stimulasi, perlu juga menjaga asupan makanan dan waktu istirahat agar siswa tetap sehat. Jika perlu, tambahkan suplemen vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh setiap saat.


=