Notification

×

Iklan

Iklan

Dengan Adanya GAMA-KiDS, Diharapkan Dapat Mempermudah Kader Posyandu

Sabtu, 13 November 2021 | Sabtu, November 13, 2021 WIB | Last Updated 2021-11-13T07:07:34Z


Serambiupdate.com
- GAMA-KiDS dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai alat deteksi dini kekerdilan (stunting). Alat ini berfungsi untuk mempercepat identifikasi bayi usia bawah 2 tahun sehingga intervensi kesehatan dapat cepat dilakukan.


Siti Helmyati, selaku dosen di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM dalam Webinar Inovasi Alat Deteksi Dini Stunting sebagai rangkaian dari Ritech Expo 2021 di Jakarta menyampaikan "Tujuan kami agar pengukuran panjang badan bisa rutin dilakukan dan hasilnya akurat," tuturnya.


Alat ukur panjang badan dan deteksi dini bagi anak usia 0-24 bulan merupakan inovasi dari kit deteksi stunting GAMA-KiDS. Akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang menyebabkan gangguan pada tumbuh kembang anak, dimana anak tidak tumbuh tinggi seperti anak lainnya disebut stunting atau kerdil.  


GAMA-KiDS yang dikembangkan oleh Siti bersama tim memiliki keunggulan, yakni portabel, ringan, bersifat kuantitatif dan mudah menentukan status gizi panjang badan menurut umum berdasarkan z-score. 


Siti mengatakan "Beberapa masalah yang dihadapi dalam deteksi dini stunting antara lain keterbatasan kapasitas kader dan keterbatasan alat pengukur," tuturnya.


Dengan adanya GAMA-KiDS, diharapkan dapat mempermudah kader posyandu balita mengukur panjang badan sekaligus mendeteksi apakah balita tergolong stunting atau tidak dan tentu memiliki hasil yang akurat. Adapun beberapa alat alternatif yang digunakan untuk mendeteksi kekerdilan di posyandu di Tanah Air saat ini, antara lain tikar pertumbuhan, tikar panjang badan dan pita meter.


Siti menambahkan bahwa "GAMA-KiDS bukan merupakan alat diagnostik dan tidak menggantikan infantometer, yang merupakan gold standard dalam deteksi kekerdilan. Komponen GAMA-KiDS terdiri atas buku petunjuk penggunaan alat, buku saku kekerdilan, tikar panjang badan, dan cakram status gizi," tuturnya.


Siti dan tim memulai pengembangan kit deteksi kekerdilan sejak 2020 dan melakukan uji validitas dan penerimaan alat di Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan Pidie, Aceh. Hasil uji validitas dan reliabilitas GAMA KiDS pada 2020 di Kecamatan Seyegan, Sleman, DI Yogyakarta, menunjukkan sensitivitas alat sebesar 80% dan spesifikasi alat sebesar 85%.


Scaling up dan uji coba alat di luar Provinsi Yogyakarta seperti di Ende di Nusa Tenggara Timur dan Halmahera Barat di Maluku Utara dilakukan Pada 2021. Diharapkan terjalinnya kemitraan dengan perusahaan untuk memproduksi GAMA-KiDS secara massal dan komersialisasi alat pada tahun 2022 mendatang.


(ADP)

×
Berita Terbaru Update