Notification

×

Iklan

Iklan

Mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi Uhamka Melaksanakan PLP 1 DI SMAN 50 Jakarta

Sabtu, 09 Oktober 2021 | 10/09/2021 12:51:00 PM WIB | Last Updated 2021-10-09T05:51:52Z

 


  

Serambiupdate.com Pengenalan Lapangan Persekolahan tahap 1 (PLP 1) merupakan salah satu program akademik yang tercantum dalam kurikulum di semua program studi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA). Program PLP 1 ini adalah tahapan pertama dimana mahasiswa akan menjalani proses pengamatan/observasi dan wawancara untuk mempelajari aspek pembelajaran dan pengelolaan Pendidikan di satuan unit Pendidikan. Adapun aspek yang diamati oleh mahasiswa dalam kegiatan PLP 1 yakni kultur sekolah, struktur organisasi dan tata kelola sekolah, kegiatan seremonial-formal sekolah, kegiatan rutin sekolah seperti kurikuler, kokurikuler, dan ektrakurikuler, serta praktik pembiasaan positif sekolah.

Kegiatan PLP 1 dilakukan oleh mahasiswa secara berkelompok dan tentunya dibina oleh dosen pembimbing, Bapak Dr. Moh. Balya Ali Sya’ban, M.Pd. Ajeng Woro Gayatri bersama dengan empat temannya yakni Auly Rizkiah, Ananda Mutia Hasna, Abdullah Muhammad Iqbal, dan Brilian Ade Nalmio adalah sejumlah Mahasiswa semester 5 dari Program Studi Pendidikan Geografi FKIP UHAMKA yang melaksanakan kegiatan PLP 1 di SMA Negeri 50 Jakarta. Sekolah Negeri tersebut beralamat di Jl. PLN Cipinang Muara III, Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur.

Pada saat wawancara dengan Kepala Sekolah SMAN 50 Jakarta, Bapak Leonardi Maisa, M.Pd menjelaskan mengenai kegiatan rutin sekolah, seperti kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler. “Kegiatan kurikuler atau pembelajaran normal seperti biasa dilaksanakan dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB, tetapi karena masih dalam pembelajaran daring hanya sampai pukul 12.00 WIB. Adapun untuk kegiatan esktrakurikuler, tetap berjalan tetapi ada penyesuaian dalam pelaksanaannya. Pelaksanaan kegiatan ektrakurikuler ada yang secara latihan mandiri dengan tetap mematuhi prokes dan ada yang memanfaatkan teknologi,” tutur Bapak Leonardi.

Selain itu, Bapak Leonardi Maisa, M.Pd juga menjelaskan mengenai kegiatan positif yang biasa dilakukan di sekolah bahwasannya “Kebiasaan positif yang biasa dilakukan di sekolah seperti Tadarus dan Literasi, tetap dilaksanakan walaupun melalui room meeting kelas masing-masing. Namun, kegiatan tadarus yang dilakukan di room meeting tidak bisa dilakukan seperti dikelas biasanya. Tadarus yang dilakukan room meeting ini hanya dipimpin oleh salah satu siswa dan siswa lainnya mengikuti. Adapun pada kegiatan literasi sekarang bersifat mandiri. Selain itu, perpustakaan sekolah juga terkoneksi dengan Perpustakaan Nasional. Sehingga, siswa-siswi diminta melakukan literasi secara mandiri dan melaporkan hasil literasi kepada bapak atau ibu guru.” ucap Bapak Leonardi.

Dari segi kegiatan pembelajaran kelas secara daring, Bapak Nur Fathullah Sidiq selaku Guru Geografi di SMA Negeri 50 Jakarta mengungkapkan bahwa jika dilihat dari sudut pandang psikologi, anak pasti merasa cepat jenuh ketika dalam pembelajaran daring. Sehingga metode yang digunakan oleh guru harus bervariasi. Bapak Sidiq juga mengatakan bahwa selama pembelajaran daring, ada saja kendala yang dihadapi. Namun guru geografi dari sekolah negeri tersebut menekankan kepada siswanya untuk dapat berbicara jujur apapun kondisinya. “Karena pada saat kalian jujur, nilai kalian akan saya jamin. Kenapa? Karena kejujuran adalah nilai moral utama” ucap Bapak Sidiq.

Kami mendapatkan pembelajaran dan pengalaman dari pelaksanaan kegiatan PLP 1 ini. Di samping itu juga, kegiatan PLP 1 juga penting bagi para calon pendidik yang akan masuk ke dunia pendidikan untuk mengenal lingkungan persekolahan. Melalui kegiatan PLP 1 ini, diharapkan agar dapat menjadi pegangan dan bekal bagi para calon pendidik dalam mempersiapkan diri di masa yang akan datang, khususnya di dunia pendidikan.

 

=