Notification

×

Iklan

Iklan

Toleransi dalam Kehidupan Sosial dan Bermasyarakat

22 September 2021 | Rabu, September 22, 2021 WIB | Last Updated 2021-09-27T10:27:45Z


Karya Inka Dwiyanti 

Mahasiswa S1 Pendidikan B.Indonesia FKIP Uhamka

Indonesia dikenal dengan banyaknya perbedaan. Mulai dari perbedaan budaya, suku atau etnis, adat istiadat, ras, bahasa, agama, dan perbedaan-perbedaan lainnya. Sebagai warga dari suatu bangsa negara Indonesia, kita harus saling hidup berdampingan antara satu dengan yang lainnya. Kita hidup dalam suatu kelompok masyarakat di sekeliling kita. Oleh karena itu, kita harus dapat membangun suatu kelompok masyarakat yang rukun dan damai. Tetapi, seringkali kerukunan dan kedamaian di dalam masyarakat tidak dapat terbangun dengan baik dan terhambat penerapannya dikarenakan perbedaan-perbedaan yang terdapat tersebut. Seringkali terdapat individu atau kelompok masyarakat yang tidak dapat menghormati atau menghargai perbedaan yang dimiliki individu atau kelompok masyarakat yang lainya. Merasa suatu kelompok atau diri sendiri lebih baik dibanding dengan kelompok atau orang lain, tidak dapat menerima dan menganggap aneh perbedaan suatu budaya yang dimiliki orang lain, menertawakan hal yang dilakukan orang lain yang tidak biasa kita lakukan dalam bermasyarakat, membandingkan ajaran agama yang dianut dengan menjatuhkan agama yang dianut oleh orang lain, serta hal-hal yang tidak dapat mencerminkan rasa menghormati dan menghargai orang lain. Untuk itu, toleransi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat.


Menjalani kehidupan dengan keberadaan orang lain di sekitar kita, hendaklah kita dapat menunjukkan sikap yang ramah agar dapat terjalin ikatan antar individu atau suatu kelompok masyarakat yang baik. Sikap ramah yang diterapkan dapat berupa memberikan senyuman yang tulus, memberikan sapaan, menanyakan kabar, dan yang lainnya. Dalam penerapan sikap yang ramah dalam berbicara, kita harus dapat menghindari adanya pembicaraan yang menyinggung perasaan orang lain. Seperti membicarakan perbedaan rutinitas yang dilakukan, perbedaan berbahasa, perbedaan kepercayaan, atau yang lainnya. Sikap ramah juga dapat dijadikan sebagai suatu hal dasar untuk dapat menghargai orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. Jika kita dapat menerapkan sikap ramah terhadap orang lain yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, kita juga akan dapat menghormati dan menghargai perbedaan yang dimiliki orang lain tersebut. Dengan menghormati orang lain, kita dapat menciptakan kelompok masyarakat yang rukun dan damai.


Hal lain yang dapat kita lakukan untuk menunjukkan sikap toleransi terhadap orang lain adalah dengan menahan diri untuk tidak memberikan suatu reaksi atau komentar yang berlebihan terhadap perbedaan yang kita temui. Jika kita melihat sesuatu yang berbeda dari kita, baiknya kita tidak membuat perbedaan tersebut menjadi suatu hal yang aneh atau bahkan dijadikan suatu perbandingan. Misalnya saat melihat seseorang dengan warna kulit yang mungkin lebih gelap daripada kebanyakan orang di sekeliling kita karena mungkin orang tersebut memiliki darah keturunan yang berbeda, hendaklah kita tidak membicarakan atau memandang orang tersebut dengan aneh hingga orang tersebut merasa tidak nyaman dan terkucilkan. Contoh lain seperti saat kita mendengar bahasa orang lain yang berbeda dan terasa aneh karena tidak biasa didengar oleh kita, janganlah kita berpikir bahwa hal ini dapat dijadikan sebagai bahan candaan. Menghargai suatu kelompok masyarakat yang menjalani adat istiadat dan kebudayaan mereka. Dengan dapat mengontrol diri untuk tidak memberikan perkataan yang tidak seharusnya, tidak mungkin akan terjadi konflik yang dapat memecah-belahkan kehidupan bermasyarakat ini.


Dalam menjalani kehidupan sebagai makhluk sosial, kita pasti memiliki lingkungan sosial seperti pertemanan. Di dalam pertemanan kita juga harus dapat mencerminkan sikap toleransi. Seperti contoh saat kita ingin membangun sebuah pertemanan. Hendaklah kita sebagai seseorang yang menunjukkan sikap toleransi yang tinggi, tidak membeda-bedakan satu dengan yang lainnya. Kita juga tidak boleh mendiskriminasi seseorang yang memiliki perbedaan dalam lingkup pertemanan yang terjalin. Kita harus bersikap sama adil dan tulus dengan sesama tanpa membeda-bedakan dan memperlakukan salah satu dari teman kita secara tidak adil jika terdapat perbedaan yang dimilikinya. Semisal teman kita memiliki perbedaan kepercayaan beragama dengan kita, kita tidak boleh bersikap lebih baik hanya kepada teman yang memiliki kepercayaan yang sama dengan kita. Juga, kita tidak boleh menyinggung dan menghalangi teman kita tersebut dalam menjalani ibadahnya. Tindakan seperti itu adalah hal yang dapat menghancurkan sikap toleransi sebagai umat beragama jika kita tidak dapat menerapkannya. Selain itu, tidak hanya kepada teman saja kita tidak boleh melakukan diskriminasi. Tetapi kita juga harus menjauhkan sikap dikriminasi kepada setiap orang yang kita temui, baik yang kita kenal dekat sebagai teman ataupun keluarga dan juga kepada orang lain yang baru saja kita temui.


Menghargai pendapat orang lain dan mengetahui kapan harus menahan untuk mengemukakan pendapat juga dapat dikatakan sebagai toleransi. Menemui banyak orang di sekeliling kita berarti menemui banyaknya perbedaan pendapat. Mungkin dapat dikatakan banyak dari kita memiliki pendapat yang sama atau memiliki kemiripan pendapat. Tetapi, tidak dapat diabaikan bahwa banyak juga dari orang lain yang pastinya memiliki perbedaan pendapat dengan kita. Sebagai seseorang yang memiliki sikap toleransi, hendaklah kita dapat menghargai pendapat yang kita jumpai tersebut. Mungkin beberapa pendapat yang dikemukakan oleh orang lain dapat terbilang sangat berlawanan jauh dengan pendapat yang kita punya. Tetapi, baiknya saat kita ingin mengemukakan pendapat kita yang berlawanan ini kita harus bersikap dan menggunakan bahasa yang baik. Kita tidak boleh menjatuhkan pendapat yang dimiliki orang lain dengan perasaan amarah dan membenci orang yang berbeda pendapat dengan kita. Hal lain yang harus kita perhatikan dalam mengemukakan pendapat ialah saat kita merasa pendapat yang kita miliki dengan orang lain mungkin dapat memicu pertikaian atau menimbulkan ketidakrukunan dalam bermasyarakat, sebaiknya kita menahan diri untuk tidak memberi perlawanan terhadap pendapat yang dimiliki orang lain jika memang pendapat yang dikemukakan bukanlah masalah serius yang dapat menimbulkan dampak buruk untuk kita dan orang lain di sekitar. Dengan memahami hal-hal tersebut, kita dapat menjalani kehidupan sosial dan bermasyarakat dengan rukun dan damai serta berpegang erat pada toleransi.

=