Notification

×

Iklan

Iklan

Kemendikdasmen Perkuat Infrastruktur dan Digitalisasi Pembelajaran di Kalimantan Barat

27 Oktober 2026 | Selasa, Oktober 27, 2026 WIB | Last Updated 2026-10-27T07:42:03Z
Serambiupdate.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia (RI) mencatat sebanyak 943 satuan pendidikan di Kalimantan Barat telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) program revitalisasi sekolah tahun 2026. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp846,68 miliar, dengan penyaluran dana sebesar Rp667,07 miliar dan serapan tenaga kerja sebanyak 11.137 orang.

Mendikdasmen RI, Prof. Abdul Mu’ti menyampaikan, program revitalisasi pada 2025 menjangkau 343 sekolah di Kalimantan Barat dengan anggaran Rp424,19 miliar dan menyerap 7.064 tenaga kerja. Pada 2026, Kota Pontianak memperoleh alokasi untuk 46 sekolah senilai Rp36,35 miliar, sedangkan Kabupaten Kubu Raya mencakup 89 sekolah dengan nilai kerja sama Rp94,75 miliar.

Prof. Abdul Mu'ti juga menyampaikan bahwa pemerintah juga menyediakan Interactive Flat Panel (IFP) dan perangkat digital  untuk menunjang digitalisasi pembelajaran di sekolah.

"Selain memperbaiki infrastruktur sekolah, kita juga memperkuat digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan perangkat Interactive Flat Panel (IFP), laptop, serta dukungan akses internet dan listrik. Pada 2025, Kalimantan Barat menerima 7.581 unit IFP dan 7.579 laptop dengan total anggaran Rp252,41 miliar," ucap Prof. Mu'ti.

Pada pengiriman tahap pertama 2026, pemerintah mengalokasikan 8.906 unit IFP untuk 3.424 satuan pendidikan di Kalimantan Barat dengan anggaran Rp275,20 miliar. Dari jumlah tersebut, Kota Pontianak memperoleh 587 unit untuk 190 satuan pendidikan senilai Rp18,14 miliar, sementara Kabupaten Kubu Raya mendapatkan 927 unit untuk 364 satuan pendidikan dengan anggaran Rp28,64 miliar.
=