Serambiupdate.com - Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia
(Kemendikdasmen RI) bersama Masyarakat Gorontalo menggagas Gerakan Revitalisasi
Pendidikan di Provinsi Gorontalo, yang berfokus kepada perbaikan sarana pendidikan
dan pemberdayaan ekonomi lokal.Wakil Menteri
Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, meresmikan revitalisasi 30
sekolah dari jenjang dasar hingga menengah. Ia menegaskan bahwa program ini
menjadi langkah cepat pemerintah dalam mengatasi masalah lama terkait sarana
prasarana.
Revitalisasi ini
merupakan bagian dari prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas sumber
daya manusia. Pendekatan yang digunakan berbeda karena melibatkan sekolah dan
masyarakat secara langsung melalui skema swakelola. Dengan cara ini, kepala
sekolah bertanggung jawab atas pelaksanaan, sementara masyarakat turut berperan
dalam penyediaan material hingga proses pembangunan.
Atip Latipulhayat
menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat tidak hanya mempercepat pembangunan,
tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki. Ia juga menjelaskan bahwa program ini
juga berfokus kepada revitalisasi sarana pendidikan di wilayah 3T.
“Ketika sekolah
dan masyarakat terlibat, ada tanggung jawab bersama untuk menjaga hasilnya,
Program ini juga menyasar wilayah 3T dan membuka ruang partisipasi publik agar
masyarakat dapat melaporkan kondisi sekolah serta ikut mendukung pemenuhan
fasilitas pendidikan,” ucap Atip Latipulhayat.