Notification

×

Iklan

Iklan

Berkumpul dalam Ihram, Bersatu dalam Doa

25 Mei 2026 | Senin, Mei 25, 2026 WIB | Last Updated 2026-05-25T02:58:51Z


 By. AHp

Hamparan putih membentang di Padang Arafah,
seperti lautan manusia yang mengalir menuju Tuhan.
Tak ada perbedaan kedudukan,
tak ada kebanggaan dunia yang dibawa.
Semua larut dalam satu pakaian sederhana: ihram,
lambang kesucian dan kepasrahan.

Di bawah langit yang luas,
jutaan langkah datang dari berbagai penjuru bumi.
Berbeda bahasa, warna kulit, dan bangsa,
namun dipersatukan oleh satu panggilan suci.

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.”
— QS. Al-Hujurat: 10

Talbiyah bergema menyentuh udara:

“Labbaikallahumma labbaik…”
Aku datang memenuhi panggilan-Mu, ya Allah…

Suara itu bukan sekadar lantunan,
melainkan pengakuan bahwa manusia hanyalah hamba
yang selalu membutuhkan kasih sayang-Nya.

Di tanah suci itu,
setiap tangan terangkat dengan doa-doa yang berbeda,
namun semua bermuara pada harapan yang sama:
ampunan, keberkahan, dan cinta Allah.

Ada yang memohon kesehatan bagi keluarga,
ada yang meminta keteguhan iman,
ada pula yang menangis diam-diam
memohon agar hidupnya dipenuhi cahaya hidayah.

Dan di antara jutaan doa yang melangit,
hati mulai mengerti—
bahwa manusia tidak pernah benar-benar sendiri
selama masih bersujud kepada Allah.

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.”
— QS. Ghafir: 60

Menjelang senja,
langit Arafah berubah keemasan.
Angin gurun berhembus lembut,
seolah membawa setiap doa menuju langit rahmat.

Berkumpul dalam ihram,
bersatu dalam doa,
manusia belajar bahwa kemuliaan sejati
bukan terletak pada apa yang dimiliki,
tetapi pada hati yang tunduk kepada Ilahi.

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa.”
— QS. Al-Hujurat: 13

 

Jambi, 25 Mei 2026

=