Serambiupdate.com - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, memberikan pembinaan kepada para guru dan tenaga kependidikan madrasah negeri di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu di ruang kelas MTsN 26 Kepulauan Seribu.
Kegiatan pembinaan ini diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan madrasah negeri di wilayah Kepulauan Seribu sebagai upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan madrasah, terutama di kawasan kepulauan.
Dalam sambutannya, Adib mengapresiasi seluruh guru dan tenaga kependidikan yang terus berdedikasi memajukan pendidikan bagi anak-anak di Kepulauan Seribu.
“Saya sangat menghargai dedikasi seluruh tenaga pendidik di Kepulauan Seribu. Tanpa peran guru, pendidikan di daerah kepulauan tidak akan berjalan maksimal. Tugas ini merupakan bentuk pengabdian yang sangat mulia bagi masa depan bangsa,” ungkap Adib.
Menurutnya, profesi guru memegang peranan penting dalam membentuk generasi penerus bangsa serta menjadi bentuk pengabdian untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat.
“Bapak dan Ibu tengah menjalankan tugas mulia yang diwariskan para ulama dan nabi, yakni menyebarkan ilmu pengetahuan serta mencerdaskan masyarakat. Insyaallah seluruh pengabdian ini menjadi amal kebaikan,” ujarnya.
Adib turut menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai bagi masyarakat Kepulauan Seribu. Menurutnya, keberadaan madrasah negeri di Pulau Tidung menjadi wujud pemerataan layanan pendidikan di kawasan kepulauan.
“Keberadaan madrasah negeri di Kepulauan Seribu patut disyukuri karena fasilitas yang tersedia tidak kalah dibanding sekolah perkotaan, mulai dari asrama hingga sarana teknologi informasi yang terus diperkuat,” jelasnya.
Dalam arahannya, Adib berharap MTsN 26 Kepulauan Seribu dan MIN 17 Kepulauan Seribu dapat terus berkembang sebagai pusat pendidikan dasar sekaligus pusat peradaban masyarakat di kawasan kepulauan.
“Saya memiliki harapan agar MTsN 26 dan MIN 17 dapat menjadi pusat pendidikan bagi anak-anak di Kepulauan Seribu. Oleh karena itu, fasilitasnya terus kita bangun dengan baik agar mampu menjadi pusat peradaban dan pendidikan masyarakat di wilayah kepulauan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi asrama madrasah guna mendukung akses pendidikan bagi anak-anak dari pulau-pulau terpencil dan sulit dijangkau.
“Dengan adanya asrama, anak-anak dari pulau-pulau terpencil dapat tetap bersekolah tanpa harus bolak-balik antar pulau. Hal ini tentu sangat membantu meringankan beban masyarakat,” katanya.
Selain memperkuat pendidikan berbasis asrama, Adib juga menekankan pentingnya pengembangan pendidikan berbasis teknologi informasi melalui sistem kelas jarak jauh yang terhubung secara digital dengan sekolah induk.
“Kita ingin pendidikan di Kepulauan Seribu mengembangkan sistem berbasis asrama dan teknologi informasi. Kelas jauh juga harus tetap terhubung dengan sekolah induk melalui teknologi digital agar akses pendidikan semakin luas,” tegasnya.
Menurut Adib, pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas masyarakat sekaligus mengurangi kesenjangan sosial di wilayah kepulauan.
“Tidak ada cara lain untuk memajukan bangsa selain melalui pendidikan. Pendidikan menjadi sarana terbaik untuk mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kualitas generasi muda,” ucapnya.
Menutup arahannya, Adib mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk tetap menjaga semangat pengabdian dalam mendidik generasi muda Kepulauan Seribu.
“Selama semangat pengabdian itu terus dijaga, saya percaya keberkahan akan selalu menyertai setiap langkah kita dalam mendidik anak-anak bangsa,” pungkasnya.
adp
