Notification

×

Iklan

Iklan

Pemerintah Kota Banjarbaru Jadi Pionir dalam Memberikan Pelayanan Pendidikan Kepada ABK

14 Oktober 2023 | Sabtu, Oktober 14, 2023 WIB | Last Updated 2023-10-16T04:45:01Z

Serambiupdate.com Pemerintah Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan menjadi pionir dalam memberikan layanan pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus (ABK) agar mereka juga dapat mendapatkan haknya di dalam bidang pendidikan sebagaimana anak normal lainnya.


Keterangan tertulis dari Dinas Informasi dan Komunikasi Banjarbaru bahwa program rintisan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) ini merupakan yang pertama kali diterapkan saat ini di Provinsi Kalimantan Selatan.


“Program ini merupakan langkah awal untuk mengubah budaya mengajar yang ada di lembaga pendidikan agar ABK dapat belajar sesuai kemampuannya,”ujar Wali Kota Muhammad Aditya Muftin Ariffin.


“Saat ini seluruh sekolah di Banjarbaru sedang berupaya untuk mengintegrasikan anak dan menciptakan lingkungan yang baik di sekolah untuk menampung anak berkebutuhan khusus” Lanjutnya, menurut Aditya.


Aditya juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memajukan pendidikan ABK dengan memberikan program pelaksanaan dari Dinas Pendidikan Banjarbaru.


“Kami serius memberikan pelayanan kepada ABK dengan mengalokasikan sumber daya khusus melalui APBD yang siap melakukan asesmen pendidikan kepada setiap anak,” ungkapnya.


Direktur Pelayanan Pendidikan Banjarbaru Dedy Sutoyo mengatakan, tujuan asesmen untuk mengetahui apa saja kekurangan anak saat mengikuti pembelajaran di sekolah agar dapat diatasi.


“Pendanaan dialokasikan dalam APBD dan kami bekerja sama dengan Program Penelitian Pendidikan Khusus ULM. Dengan demikian, melalui asesmen, ketidakmampuan belajar pada anak dapat diidentifikasi dan kemudia dicari solusinya,” ucapnya.


Dedy menilai penilaian ABK penting agar Guru Pembimbing Khusus (GPK) di setiap sekolah bisa menyesuaikan metode pengajaran yang efektif, apalagi jika sudah disiapkan fasilitas khusus, khususnya untuk sudut integrasi.


Sudah terlaksananya pada 181 sekolah dalam memberikan pendidikan inklusif di Banjarbaru termasuk sekolah negeri mulai dari PAUD hingga SMP dengan jumlah ABK sebanyak 668 orang yang terdiri dari 320 siswa PAUD, 236 siswa SD, dan 65 siswa SMP.


Sedangkan jumlah guru yang bersedia membimbing dan mengajar di sekolah tersebut sebanyak 117 orang. Meski jumlah tidak sebandung, namun program tetap berjalan dengan baik.

(Aulia N/Dyl)

=