Notification

×

Iklan

Iklan

Pelopor Inovator Masa Indonesia Emas, Kemenko PMK Adakan Seminar Pemuda Indonesia di Belanda

21 September 2023 | Kamis, September 21, 2023 WIB | Last Updated 2023-09-21T07:37:37Z


Serambiupdate.com
 - Kementrian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas pelajar muda berprestasi baik prestasi dalam maupun luar negeri dalam acara Sarasehan Pemuda Indonesia, Pemuda Berdaya Indonesia Digdaya yang diselenggarakan secara daring oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) yang ada di Wageningen, Belanda. (21/09/2023)

 

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan dihadiri oleh Muhadjir Effendy selaku Mentri Koordinator PMK, Warsito selaku Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK dan beberapa pemuda yang berasal dari pelajar dan mahasiswa anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia dan mengangkat tema kegiatan “Posisi Pemuda dalam Status Quo Menelaah Strategi Pembangunan Kualitas SDM untuk Masa Depan Bangsa”.

 

Warsito selaku Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK menyampaikan bahwa jumlah pemuda yang ada di Indonesia sebanyak 65.82 Juta yang akan menjadi potensi SDM berkualitas dalam menciptakan masa Indonesia Emas pada tahun 2045.

 

“Ada sekitar 24% jumlah penduduk Indonesia yang merupakan pemuda-pemudi bangsa sekitar 65.82 Juta jiwa yang akan menjadi kader Indonesia yang maju di usia emasnya nanti pada tahun 2045. Pemerintah juga akan mendukung rencana tersebut melalui program-program yang telah kami buat seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kredit Usaha Rakyat, Kewirausahaan Pemuda, Program Kartu Prakerja, Program Keluarga Harapan (PKH), Beasiswa Pendidikan Dalam dan Luar Negeri serta Pelatihan dan Pendidikan Vokasi dalam memajukan Pendidikan sehingga menghasilkan SDM berkualitas dan berpengetahuan dari para pemuda-pemudi tersebut.” Ucap Warsito.

 

Warsito juga menambahkan bahwa para pemuda Indonesia harus siap menghadapi tangtangan global, terutama yang berasal dari luar negeri yang mencakup tantangan ekonomi dan kehidupan sosial juga Pendidikan dan budaya. Dia juga berharap para pemuda yang sedang menempuh Pendidikan di Wageningen, Belanda sekarang dapat memberikan pemecahan masalah Pendidikan yang ada di Indonesia terhadap tolak ukur mereka dengan kemajuan Pendidikan di Belanda.

 

“Saya berharap teman-teman yang sedang menempuh Pendidikan di Belanda sekarang dapat memberikan Inovasi dalam memecahkan masalah-masalah Pendidikan yang ada di Indonesia lewat mencontoh kemajuan Pendidikan yang ada dan ilmu-ilmu yang didapat di Belanda. Kita juga akan terus berfokus kepada pemecahan masalah Pendidikan seperti di Infrastruktur dan kesejahteraan guru dan tenaga Pendidikan terutama yang di wilayah terpencil. Dengan Langkah tersebut, kita dapat memotong rantai kemiskinan melalui kualitas Pendidikan yang layak dan mencerdaskan bangsa.” Pungkasnya

 

(GJF)
=