Notification

×

Iklan

Iklan

PBSI FKIP Hadirkan Karya Inovasi dalam Rangka Lestarikan Budaya Betawi pada Acara Festival Budaya Betawi

22 Juli 2023 | Sabtu, Juli 22, 2023 WIB | Last Updated 2023-07-22T08:22:03Z

 


Serambiupdate.com
Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (Uhamka) menggelar Festival Budaya Budaya Betawi dengan  Tema "Jadi Karya untuk Nusantara". Tema yang diusung merupakan tema turunan dari HUT ke-496 DKI Jakarta yang menjadi rangkaian kegiatan Kuliah Umum Budaya Betawi dalam rangka menyambut hari ulang tahun DKI Jakarta, Jumat (21/7).


Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Uhamka Nur Aini Puspitasari, Ketua Pusat Studi Betawi Uhamka Sukardi, Dosen PBSI FKIP Uhamka, PBSI serta mahasiswa PBSI FKIP Uhamka sebagai implementasi dari mata kuliah Studi Folklor Betawi.


Kegiatan ini berisi Workshop Bir Pletok, bazar kudapan khas Betawi seperti kembang goyang, asinan, apem, bir pletok, wajik, dan lainnya. Sebagai bentuk pengenalan budaya Betawi, kegiatan ini pun menampilkan tari tradisional Betawi Inang Kilaras yang dipersembahkan oleh Mahasiswa Semester Dua PBSI FKIP Uhamka.


Dalam sambutannya Nur Aini menyampaikan kegiatan ini diadakan agar mahasiswa di lingkungan PBSI FKIP Uhamka agar mengenal lebih dalam tentang budaya Betawi.


“Kegiatan ini sebagai bentuk dalam mengimplementasikan mata kuliah Studi Folklor Betawi agar sebagai warga Jakarta khususnya anak muda mampu mengenal, melestarikan, dan merevitalisasi budaya Betawi,” pungkasnya.


Edi Sukardi dalam sambutannya mengatakan budaya Betawi merupakan kebudayaan lokal DKI Jakarta yang harus terus dikembangkan dan dilestarikan keberadaannya. Maka dari itu, kegiatan ini merupakan salah satu cara generasi milenial saat ini melestarikan budaya Betawi ini.


“Setiap kampus mengembangkan budaya lokal. Karena kita di daerah Jakarta maka yang berkembang adalah budaya Betawi. Budaya Betawi ada sisi bahasa, kesenian, kuliner, pakaian. Dilestarikan dan dikembangkan budaya Betawi lewat kegiatan seperti ini” tutur Edi.


Dalam rangka menambah pengetahuan akan budaya betawi, acara ini juga diiringi dengan workshop pembuatan bir pletok yang dipaparkan oleh Silviani selaku pemateri.


“Anak-anak jaman sekarang harus melestarikan makanan dan minuman khas daerahnya makanya mesti tahu gimana cara buatnya,” tutur Silviani dalam workshopnya.


Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan adu pantun dari kelas semester dua dan pembacaan puisi, kemudian ditutup oleh penampilan musik dari Asrenada.

=