Notification

×

Iklan

Iklan

Krisis Iklim Bisa Memusnahkan Kunang - kunang untuk Generasi Selanjutnya.

15 Maret 2022 | Selasa, Maret 15, 2022 WIB | Last Updated 2022-03-15T03:35:00Z

 



Oleh : Ziyhan Annisfa

Mahasiswa FEB Uhamka 



Jika kita mengingat kembali ke masa kecil, pasti anak - anak yang tumbuh besar dari desa banyak yang tak asing dengan hewan yang bernama kunang - kunang.  Kunang - kunang bisa ditemukan di berbagai belahan dunia khususnya di hutan - hutan tropis dan subtropis. Kumbang menyala yang unik ini umumnya mencari area yang lembab atau basah untuk berkembang biak terutama dekat dengan sumber air. Mereka tinggal di dekat kolam, sungai kecil, danau atau rawa - rawa. Kunang - kunang akan mencari rumput tertinggi untuk berpendar memberi sinyal kepada calon pasangan. Peran kunang - kunang untuk lingkungan ialah selain membantu memangsa serangga - serangga lain yang menjadi hama juga membantu penyerbukan pada tanaman. Biasanya kunang-kunang juga terlihat di pohon yang besar atau rindang, yang mempengaruhi kelembaban udara atau kepadatan tanah. Tanah yang gembur juga akan membantu larva kunang - kunang untuk berkembang biak. Dengan itu keberadaan kunang-kunang bisa juga sebagai pertanda bahwa ekosistem masih terjaga keasriannya.

Namun, seiring berjalannya waktu, kunang - kunang sangat jarang bisa dilihat dan bahkan sulit untuk ditemukan. populasi kunang - kunang menurun atau mungkin bisa mengalami kepunahan. Ini bisa disebabkan karena udara lembab di hutan yang basah, sumber air dan tanah yang gembur yang merupakan tempat kunang - kunang berkembang biak perlahan lahan mulai menghilang. Beberapa ilmuwan juga berpendapat bahwa polusi cahaya menjadi penyebab utama menghilangnya kunang - kunang. Karena kunang - kunang menggunakan cahayanya untuk berkomunikasi dan memberi sinyal kepada pasangannya. Maka, dengan adanya polusi cahaya dari lampu depan mobil yang melintas atau dari lampu lampu rumah,toko,dan jalan itu bisa menyebabkan pengeluaran cahaya kunang-kunang untuk mencari pasangan atau saling memberi isyarat menjadi terganggu. Masalah selanjutnya adalah kebanyakan rawa dan hutan sudah banyak dibangun untuk perumahan atau jalan lalu lintas. Sungai banyak yang tercemar limbah atau sampah, dan banyak juga penggunaan pupuk sintesis dan pestisida untuk menghilangkan hama di ladang atau kebun mereka. Hal ini bisa mempengaruhi kondisi tanah yang baik untuk kunang - kunang berkembang biak. Semakin berkurangnya tempat habitat mereka maka semakin banyak kunang - kunang menghilang.

Menurut saya, banyak sekali anak - anak yang tumbuh di generasi sekarang hanya mengetahui kunang - kunang dari cerita saja atau belum pernah melihat kunang - kunang dalam wujud asli yang nyata. Generasi - generasi sebelumnya mungkin beruntung bisa melihat atau menikmati dengan jelas wujud asli kunang - kunang. Namun sekarang, kemunculan kunang - kunang sangat sulit ditemui atau bahkan sudah menghilang. Seperti yang disebutkan bahwa habitat munculnya kunang - kunang adalah tempat yang dekat dengan sumber air, memiliki udara yang lembab, dan tanah yang gembur. Maka dengan menghilangnya kunang - kunang bisa dipastikan juga lahan atau habitat yang baik, asri, dan sehat juga berkurang. 

Seiring dengan pembangunan dan aktivitas manusia. Dunia juga mengalami perubahan iklim yang nyata. Jika serangga - serangga dan kunang - kunang mulai menghilang, maka kurangnya air bersih, tanah yang baik, dan pencemaran akan banyak dijumpai dan krisis iklim sangat jelas bisa dirasakan. Hal – hal kecil yang mungkin kita bisa lakukan untuk membatasi krisis iklim ini diantaranya adalah dengan menghemat energi seperti mematikan lampu jika tidak terlalu diperlukan, berjalan kaki atau menggunakan sepeda, menanam pohon disekitar rumah, bijak dalam menggunakan air, mengurangi penggunaan plastik, membagikan artikel, jurnal, konten, atau kampanye yang menyerukan tentang krisis iklim dan menjaga bumi serta ekosistem dan lain sebagainya. Ini dilakukan bukan hanya bagi kita tapi juga bagi kehidupan generasi manusia selanjutnya yang mungkin tidak bisa mengenal kunang - kunang dan hewan lain  yang kini diambang kepunahan, agar lingkungan tetap asri dan kunang kunang tidak menjadi hewan yang hanya bisa diceritakan saja ke generasi selanjutnya tapi juga bisa dilihat secara nyata dengan keunikannya. 







=