Notification

×

Iklan

Iklan

Banjir Bandang Menimpa Dua Desa di Kecamatan Saguling

08 November 2021 | Senin, November 08, 2021 WIB | Last Updated 2021-11-08T03:33:53Z


Serambiupdate.com
Dua desa Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dilanda banjir bandang yang berisikan lumpur.  Dalam persitiwa yang terjadi Sabtu sore (6/11) ini telah merusak rumah, sekolah, dan usaha warga juga terkena dampaknya.


Banjir yang membawa lumpur ini telah menyapu puluhan rumah, sekolah, bahkan jalanan umum di Desa Bojongheulang. Dugaan terjadinya banjir ini disebabkan meluapnya Sungai Cikande ketika hujan deras turun.


Salah satu sekolah yang terkena dampak dari banjir ini ialah SMPN 3 Saguling, hampir seluruh ruangan dipenuhi dengan lumpur. Terlihat pada Minggu (7/11) siswa beserta guru melakukan kerja bakti untuk membersihkan lumpur yang mengendap.


Nuryana, Guru SMPN 3 Saguling mengatakan, "Banjir ini terjadi ketika hari libur. Semoga kita bisa menyelesaikan kerja bakti hari ini juga, agar besok bisa digunakan untuk kegiatan sekolah kembali. Maka dari itu kita meminta bantuan karyawan dan siswa kelas 3 untuk bersedia gotong royong."


Nuryana berpendapat bahwa banjir ini terjadi diakibatkan dari bukit yang sudah  

gundul, karena tidak bisa menampung air huja yang deras maka air yang bercampur lumpur tersebut langsung menimpa sekolah.


"Air yang membludak ini langsung masuk ke kantor (sekolah) tanpa bisa kita antisipasi," jelas Nuryana.


Kejadian ini juga terjadi di Desa Cikande, Kecamatan Saguling, dimana sejumlah rumah dan beberapa akses jalan terendam banjir yang bercampur lumpur. Diketahui tidak ada korban jiwa, tetapi aktivitas warga sementara lumpuh karena banjir tersebut. 


Berdasarkan video yang tengah viral, banjir disertai lumpur itu merendam akses jalan dan rumah wargayang berada di Kampung Cileuleur, Desa Cikande. Diduuga banjir tersebut disebabkan saluran air yang meluap dan tanah yang labil. 


Banyak rumah warga yang terimbas banjir ini hingga mengalami kerusakan seperti dinding rumah jebol. Adpun satu unit kendaraan sepeda motor hanyut.


Sumardi, pemilik toko pupuk di Desa Cikande mengatakan, " Ada 7 kwintal pupuk subsidi yang tidak bisa saya selamatkan, karena banjir dateng tiba-tiba."


Ruhiyat, Kepala Desa Cikande menjelaskan bahwa ada sekitar 45 rumah yang terimbas oleh banjir ini, hingga ada 1 rumah yang jebol karena diterjang air dan lumpur. "Ada 45 rumah yang terimbas, satu rumah jebol yang lain hanya terendam air," tutupnya.

=