Notification

×

Iklan

Iklan

Pendidikan Berbasis Santri Dilakukan SMP Islam Brawijaya Untuk Bangun Fondasi Moral

Jumat, 21 Oktober 2022 | Jumat, Oktober 21, 2022 WIB | Last Updated 2022-10-21T09:13:16Z



Serambiupdate.com SMP Islam Brawijaya (SIB) Kota Mojokerto merupakan sekolah berbasis nahdliyin yang mengedepankan pelayanan pendidikan religi dan moral siswa. ”Adab Dulu Baru Ilmu” menjadi jargon di sekolah yang didirikan tokoh kharismatik Hadratus Syaikh KH Achyat Halimy atau yang lebih dikenal dengan Abah Yat ini.

 

Khoirul Huda selaku Kepala SMP Islam Brawijaya  menyatakan, melalui berbagai pembiasaan dan sejumlah program dengan mengutamakan penguatan pembentukan spiritual dan moral siswa. Hal ini diharapkan dapat mewujudkan peserta didik yang beradab.

 

’’Karena diyakini bahwa orang yang beradab pasti berilmu, namun orang yang berilmu belum tentu beradab,’’ ujarnya

 

Huda menyebutkan, penguatan spiritual dan moral siswa diimplementasikan dalam berbagai program di antaranya melalui pembiasaan pagi. Mulai dari doa bersama dan membaca surat pilihan Alquran, juz amma, tahlil, istighotsah, hingga rotibul haddad.

 

Selai itu, peserta didik juga mengikuti kegiatan salat Dhuha dan Duhur berjamah, bimbingan mengaji dan refleksi diri, latihan dasar kepemimpian aswaja. Termasuk juga pengembangan potensi melalui Islamic public speaking serta berbagai program ekstrakurikuler. ’

 

“Pembiasaan dan kegiatan bertujuan menunjang terbentuknya kematangan spiritual, akhlak, dan emosional siswa,’’ ujar Huda.

 

Bahkan, SMP Islam Brawijaya juga memberi waktu khusus untuk pembinaan karakter siswa. Yakni dengan memberi bimbingan cara bersikap atau berperilaku tawaduk layaknya seorang santri di pesantren.

 

Budaya positif sekolah itu tercermin dari pembiasaan saat siswa memasuki gerbang sekolah. Selain menerapkan budaya salam, salim, dan senyum (3S), peserta didik bertawaduk dengan merunduk dengan guru maupun orang yang lebih tua, berbicara sopan, dan budaya Islami lainnya, ’’Sehingga, anak-anak SMP Islam Brawijaya Kota Mojokerto merupakan siswa dengan rasa santri,’’ ungkapnya.

 

Karena itu, lulusan SMP Islam Brawijaya diharapkan tak sekadar mengejar kepandaian dan kecerdasan semata. Tetapi juga mampu membawa manfaat di lingkungan sekitarnya, terutama terhadap kemaslahatan umat Islam.

 DYL_RPH

×
Berita Terbaru Update