Notification

×

Iklan

Iklan

Rostia La Ode: Kegiatan PHBS Harus Didukung Ketersediaan Sarana dan Prasarana

Kamis, 29 September 2022 | Kamis, September 29, 2022 WIB | Last Updated 2022-09-29T07:40:27Z



Serambiupdate.com Perwakilan Lembaga Unicef Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat meminta para guru lembaga Pendidikan Anak Usia Dini di Kota Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan untuk menanamkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).


"Perilaku yang baik dalam penerapan PHBS pada anak harus mulai terbentuk sejak dini terutama pada saat anak masuk pada lembaga PAUD sehingga penting memberikan pemahaman tentang PHBS pada anak sejak usia dini," kata Spesialis Perwakilan UNICEF NTT dan NTB Rostia La Ode dalam kegiatan pelatihan air, sanitasi dan kebersihan (wash) dan promosi PHBS, Rabu, (28/9).



Kegiatan ini diikuti 75 guru yang dilaksanakan oleh guru PAUD Kota kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan.



Ia mengatakan kegiatan PBHS tidak hanya diterapkan di PAUD tetapi dapat diteruskan dari anak ke orang tua serta dari anak ke lingkungan, yaitu dengan cara guru dalam memberikan pendidikan PHBS  mengajari cara berbagi dan belajar bersama.



Selanjutnya, menurut Rostia La Ode PHBS tidak dapat dibentuk jika tidak didukung ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai di setiap lembaga pendidikan PAUD.



"Kita harus bisa memastikan adanya sarana dan prasarana di PAUD kita masing-masing dalam mendukung penerapan PHBS pada anak secara maksimal," tegasnya.

Yang ketiga menurut dia, untuk tempat mencuci tangan bisa dengan menggunakan kearifan lokal yang dapat dikembangkan dan digunakan sendiri.



"Yang terpenting bisa digunakan sesuai kebutuhan kita saja sehingga para siswa memiliki kebiasaan dalam penerapan PHBS secara baik dan benar," katanya.



Sementara itu menurut Helena P Tomasowa Kepala Seksi Sanitasi Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, penerapan PHBS yang dilakukan sejak PAUD dapat terwujudnya tumbuh kembang anak yang sehat dan cerdas.


"Hal itu sesuai harapan pemerintah untuk mewujudkan NTT bangkit menuju sejahtera bisa tercapai," kata Helena P Tomasowa.



Dirinya berharap, melalui pelatihan itu dapat terbentukanya prilaku hidup sehat yang dimiliki oleh PAUD di Provinsi Nusa Tenggara Timur.


Dirinya berharap kegiatan ini dapat menjadi PAUD model bagi lembaga PAUD di NTT dalam penerapan PHBS di sekolah. Karena diketahui pada saat ini hanya terdapat 3.000 lembaga PAUD di NTT dan  75 PAUD yang ikut dalam pelatihan ini.

DYL_RPH

×
Berita Terbaru Update