Notification

×

Iklan

Iklan

Implementasi MoU Tingkat Universitas, Prodi Ilmu Komunikasi Bangun Fakultas di Tingkat Global

Rabu, 31 Agustus 2022 | Rabu, Agustus 31, 2022 WIB | Last Updated 2022-08-31T10:37:12Z


Serambiupdate.com
- Dalam rangka meningkatkan Uhamka sebagai kampus unggul yang tersu berelasi dengan dunia luar maka Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah PROF DR HAMKA (Uhamka) menyelenggarakan kegiatan Pembukaan Program Pertukaran Mahasiswa Luar Negeri antara Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Uhamka dengan BA Communication Program, College of Art and Science, Mariano Marcos State University (MMSU) Filipina secara daring, Selasa (30/8).

 

Kegiatan ini dihadiri oleh Prof Abd Rahman A Ghani selaku Warek I Uhamka, Purnama Syae Purrohman selaku Kepala Unit Kerjasama (KUI) Uhamka, Tellys Corliana selaku Dekan FISIP Uhamka, Farida Hariyati selaku Kaprodi Ilmu Komunikasi FISIP Uhamka, Nurlina Rahman selaku Wakil Dekan I FISIP Uhamka, dan segenap Stakeholder Uhamka. Kegiatan ini dihadiri oleh pihak DMMSU Filipina.

 

Prof Abd Rahman A Ghani selaku Warek I Uhamka mengungkapkan bahwa pertukaran pelajar merupakan program yang tepat dan penting untuk membangun relasi yang baik, khususnya dalam pengembangan pembelajaran. Program ini bisa menjadi implementasi dari kampus merdeka yang telah digaungkan oleh Kemendikbudristek RI.

 

Student Exchange merupakan program yang penting untuk membangun relasi yang baik antara perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pembelajaran. Program ini juga merupakan implementasi yang baik dari program kampus merdeka yang telah diinovasikan oleh Kemendikbudristek,” ujar Prof Abd Rahman A Ghani.

 

Di lain hal, Tellys Corliana selaku Dekan FISIP Uhamka mengungkapkan bahwa Virtual exchange sebagai salah satu kegiatan pembelajaran dalam membentuk sikap mahasiswa menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain, serta bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

 

“Kegiatan ini dapat membantu mahasiswa untuk membangun sifat menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan. Selain itu ini membantu meningkatkan keberanian mahasiswa untuk berpendapat dan berargumentasi,” tutur Tellys.

×
Berita Terbaru Update