Notification

×

Iklan

Iklan

Edukasi Kader Posyandu tentang Metode dan Proses Melayani, Dosen S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Uhamka Gelar PKM

15 Juli 2022 | Jumat, Juli 15, 2022 WIB | Last Updated 2022-07-16T02:52:40Z


Serambiupdate.com Uhamka sebagai kampus terkareditasi Unggul terus meningkatkan mutu pendidikan termasuk memberikan kebermanfaatan terhadap masyarakat. Prodi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (Uhamka) menyelenggarakan edukasi kepada kader posyandu tentang metode dan proses dalam kesehatan melalui Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Aula Desa Pananggapan Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten  Brebes atas kerjasama dengan Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Uhamka, Sabtu (2/7).

 

Kegiatan ini dihadiri oleh Gufron Amirullah selaku Ketua dan Ari Widayanti Sekretaris Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Uhamka, Tati Nuryati selaku dosen S2 IKM SpS Uhamka serta diikuti oleh mahasiswa Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat SPs Uhamka semester 2 sebanyak 12 orang  sebagai anggota kegiatan ini. Dimana mahasiswa tersebut juga akan mempraktikan Mata Kuliah COCD/PPM (Pengorganisasian dan Pengembangan  Masyarakat) sebagai tugas lapangan  di desa tersebut.

 

Gufronron Amirullah mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk membekali para kader Posyandu agar dapat menggunakan pesan, memilih metode dan media penyuluhan yang tepat guna dan tepat sasaran sehingga pesan penyuluhan dapat diterima dan dimengerti secara benar. Selain itu untuk memotivasi masyarakat untuk mengikuti pesan penyuluhan yang dianjurkan pada saat kegiatan posyandu maupun di luar kegiatan posyandu.

 

“Ini adalah langkah Uhamka dalam meningkatkan edukasi di masyarakat, kegiatan ini dilaksanakan untuk membekali kader posyandu agar tepat dalam mengelola setiap metode dan media di dalam lingkup posyandu maupun di luar posyandu,” ujar Gufron.

 

Di lain hal, Tati Nuryati  menyampaikan bahwa Kader dalam setiap kegiatan posyandu memiliki peran penting, kader Posyandu harus memahami bagaimana teknik dan metode dan penggunaan media penyuluhan pada kegiatan Posyandu. Khususnya dalam memotivasi para ibu hamil/menyusui.

 

“Misalnya, ketika hasil timbangan berat badan balita mengalami penurunan maupun hasil pengukuran tinggi badan balita lebih rendah dari standar, maka kader mampu memotivasi dan  mengedukasi  ibu balita untuk tetap semangat dalam mengasuh, merawat dan memberi makanan menu seimbang pada buah hatinya dengan penuh kasih sayang,” tutur Tati Nuryati.

=