Notification

×

Iklan

Iklan

Ditemukan Kasus Positif Covid-19, SMAN 4 Jember Lakukan PJJ Sementara

Selasa, 08 Februari 2022 | 2/08/2022 02:48:00 PM WIB | Last Updated 2022-02-08T07:49:17Z


Serambiupdate.com
- Selama sepekan Pembelajaran tatap muka (PTM) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Jember, Jawa Timur dihentikan sementara. PTM diganti dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena dua orang siswa dan dua orang guru di sekolah tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.


Nurul Hafid Yasin selaku Ketua Satgas kecamatan yang juga Camat Kaliwates dan bersama tim nya melakukan inspeksi ke SMA Negeri 4 Jember pada Senin untuk memantau perkembangan kasus terkonfirmasi positif tersebut. 


"Untuk memutus mata rantai penyebaran dan tidak menimbulkan keresahan masyarakat maka pihak sekolah melakukan pembelajaran daring hingga Minggu (13/2)," tutur Hafid Yasin.


Menurut Hafid, Satgas melakukan koordinasi dengan Puskesmas Mangli untuk melakukan tracing kepada kontak erat dua orang siswa yang terkonfirmasi positif di sekolah pada Kamis (3/2). Hasil tes usap antigen itu menemukan dua guru yang terkonfirmasi positif Covid-19.


"Kami terus memantau perkembangannya. Kami juga ingin memastikan di SMAN 4 Jember aman dan tidak menjadi klaster baru sehingga semua prosedur harus dijalankan termasuk tracing kontak erat dan penyemprotan disinfektan di sekolah," ujar Hafid.


Hafid menjelaskan Kabupaten Jember masuk kategori PPKM level 2 sehingga nantinya ketika diberlakukan pembelajaran tatap muka kembali maka harus mengikuti aturan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) yang sejalan dengan level PPKM di daerah setempat, yakni pembelajaran 50% dari kapasitas. 


Eddy Prayitno selaku Kepala SMAN 4 Jember mengatakan dua siswa dan dua orang guru di sekolah setempat terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga pembelajaran dilakukan secara daring.


"Awalnya seorang siswa tiba-tiba pingsan dan dibawa ke UKS, kemudian keluarga dihubungi dan menjemput siswa yang bersangkutan, selanjutnya siswa itu dibawa keluarganya ke rumah sakit," ujar Eddy.


Setelah dilakukan pengecekan medis, siswa tersebut diduga menderita penyakit typus dan harus menjalani rawat inap di rumah sakit sehingga sesuai dengan prosedur dilakukan tes usap kepada siswa itu dan hasilnya terkonfirmasi positif. 


"Hasil pemeriksaan tes PCR juga hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga siswa itu dirawat di ruang isolasi di rumah sakit setempat, namun kondisinya baik-baik saja," tutur Eddy.


Setelah ditelusuri, siswa yang terkonfirmasi positif itu bersama anggota bandnya manggung di salah satu mal di Kabupaten Jember dan teman bandnya juga terkonfirmasi positif setelah dilakukan tracing. 


"Untuk itu, pembelajaran dilakukan secara daring sejak Jumat (4/2) hingga Sabtu (12/2), kemudian akan kembali dilakukan pembelajaran tatap muka sesuai dengan Inmendagri yang menyebutkan Jember masuk level 2 PPKM, sehingga dilakukan 50% dari kapasitas yang ada," ungkap Eddy.


(ADP)

=