Notification

×

Iklan

Iklan

Bahaya Game Online Untuk Anak-Anak

Rabu, 12 Januari 2022 | Rabu, Januari 12, 2022 WIB | Last Updated 2022-01-12T15:28:21Z

Naura Ghea Isnaen

Mahasiswa Kesehatan Masyarakat FIKES UHAMKA



Adanya wabah Covid-19 selama hampir dua tahun belakangan ini menyebabkan kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan sistem pembelajaran jarak jauh atau daring. Hal ini dilakukan sesuai anjuran dari pemerintah.
Guru dituntut tetap bisa mengawasi perkembangan siswa walaupun tidak secara langsung. Namun, jarak yang terpisah jauh membuat guru sulit memantau peserta didiknya. Dalam situasi ini peran orang tualah yang sangat penting dalam mengawasi perkembangan anak. Perkembangan anak bisa saja mengalami kemunduran jika guru dan orang tua tidak mengawasi anak dengan maksimal.
Namun sering kali orang tua lalai dalam mengawasi anaknya dan hanya menuruti kemauan anak tanpa memikirkan dampaknya. Game online menjadi salah satu permasalahan yang sering terjadi pada perkembangan anak. Sebenarnya game online sudah ada sejak sebelum pandemi, namun anak jadi lebih sering memainkan game online tersebut karena adanya pandemi Covid-19. Anak yang dulunya di sekolah dilarang membawa handphone, kini malah diharuskan belajar menggunakan handphone. Peran orang tualah yang sangat diperlukan pada situasi seperti saat ini untuk mengawasi anaknya.
Memaikan Game online yang tidak dengan batas waktu sewajarnya akan menimbulkan dampak bagi perkembangan anak. Risiko paling sering terjadi adalah berdampak pada perilaku dan juga kesehatan fisik pada anak.
Game online juga dapat memengaruhi perkembangan emosi anak, anak yang sudah dalam pengaruh game online ketika diperingati orang tuanya untuk berhenti bermain akan marah dan memberontak.
Bahkan tidak jarang anak yang berani memukul dan mengeluarkan kata-kata kasar kepada orang tuanya. Kecanduan game online juga menyebabkan kemampuan motorik anak terhambat, hal itu terjadi karena  ketika bermain game online anak cenderung hanya duduk atau tiduran saja.
Anak juga menjadi kehilangan konsentrasinya akibat bermain game online. Saat belajar yang ada dipikiran anak-anak hanya game online yang akhirnya prestasi anak di sekolah juga akan menurun karena kurang memperhatikan lingkungan di sekitarnya.
Bagaimana cara agar anak tidak kecanduan bermain game online ketika sedang pandemi seperti saat ini?  Orang tua bisa membatasi waktu bermain game satu jam sehari, sebenarnya anak boleh bermain game online asalkan dengan dibatasi waktu dan dengan didampingi orang tua. Jangan terlalu memaksakan kehendak anak untuk selalu terus belajar karena jika anak sudah bosan dengan apa yang ia lakukan konsentrasi dan emosi anak sulit untuk dikendalikan, akibatnya anak akan tidak patuh dengan perkataan orang tua. Namun, ketika anak sudah melanggar aturan berikan konsekuensi ringan supaya anak tidak mau mengulangi perbuatannya lagi. Ajari anak untuk melakukan hal-hal atau aktivitas yang menyenangkan walau hanya di rumah.
Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting untuk mengawasi anak ketika di rumah. Jangan sampai karena kelalaian orang tua akan menyebabkan kemunduran bagi perkembangan anak-anaknya.




×
Berita Terbaru Update