Notification

×

Iklan

Iklan

Virus Covid 19 dan Vaksinasi

Rabu, 06 Oktober 2021 | 10/06/2021 04:38:00 PM WIB | Last Updated 2021-10-06T09:57:18Z



Karya Annisa Fitri Yanti Muhlis

Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat Fikes Uhamka

Kasus covid 19 diindonesia kian terus meningkat, angka kematian dan adanya reinfeksi mutasi virus sangat berbahaya. Meski ada kerangka pengamanan diri dan orang lain yang terus dikampanyekan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan sebagainya, tetapi itu bukan dianggap solusi untuk menjalankan aktivitas secara bebas.

Oleh karena itu, pemerintah harus siap untuk memastikan distribusi vaksin  COVID-19 yang aman dalam skala besar dan adil diseluruh indonesia. jika vaksin yang aman dan efektif tersedia maka, diperlukan kapasitas   sistem   kesehatan   yang   memadai,   serta   strategi   untuk meningkatkan kepercayaan dan penerimaan vaksin, bagi mereka yang akan melaksanakan vaksinasi.

Sejauh ini, vaksin covid 19 yang akan didatangkan oleh pemerintah Indonesia, porsi terbesarnya adalah impor. Namun, produksi secara massif masih terbatas dan butuh effort yang konsisten. Di tengah wabah covid 19 yang terus meningkat, Indonesia tidak punya pilihan selain menerima apa adanya.

Dalam kondisi yang membutuhkan, ditambah kelangkaan produk dan permintaan yang sudah pasti tinggi, maka mekanisme pasar memang berlaku. Persoalan di dalam negari adalah bagaimana agar ketersediaan terhadap vaksin juga terjaga. Namun, pemerintah tak seharusnya hanya memikirkan soal ketersediaan. Ada hal krusial lain yang tak kalah genting, yakni memastikan bahwa pemerintah tidak menjadikan rakyat sebagai pangsa pasar untuk meraih keuntungan yang sebesar-besarnya dan bertindak selayaknya perusahaan yang berupaya memperoleh kekuasaan pasar. 

Hoax atau konspirasi yang menyebar di dunia maya tentang covid 19 dan vaksin sangat meresahkan. Sebagian masyarakat yang percaya akan konspirasi tersebut membuat mereka meragukan akan adanya covid 19 dan tidak ingin melakukan vaksinasi. Keragu-raguan dan kesalahan informasi vaksin menghadirkan hambatan besar untuk mencapai cakupan dan kekebalan komunitas.

Diharapkan pemerintah, tim kesehatan masyarakat dan kelompok advokasi harus siap untuk mengatasi keraguan dan membangun literasi vaksin sehingga masyarakat akan menerima bantuan pada sat yang tepat. Serta, rakyat atau anti-vaksinasasi yang memberikan informasi bahwa covid 19 tidak ada bahkan vaksin berbahaya harus segera diatasi. Agar tidak ada oknum yang menyebarkan informasi salah.

Vaksinasi diharapkan dapat memicu herd immunity sehingga angka infeksi COVID-19 dapat berkurang Walaupun sudah mendapatkan vaksinasi, protokol Kesehatan tetap harus dilakukan. Semoga pemerintah serta rakyat bisa bekerja sama dalam penanganan covid 19 ini agar indonesia terbebas dari virus dan bisa beraktivitas tanpa takut akan virus vovid 19.


=