Notification

×

Iklan

Iklan

SDN Ciracas 15 Pagi sasaran mahasiswa PGSD Uhamka untuk melakukan PLP 1

Rabu, 06 Oktober 2021 | 10/06/2021 11:09:00 PM WIB | Last Updated 2021-10-06T16:09:03Z


Serambiupdate.com
Sejumlah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP UHAMKA yakni Puteri Shafa Dwityas, Tiara Putri Adzani, Azizah Zahra, Ayudia Adisti, dan Samira telah melaksanakan Pengenalan Lapangan Persekolahan 1 ( PLP 1) di salah satu sekolah dasar negeri di daerah jakarta. Kegiatan ini dibimbing oleh salah satu dosen pembimbing yakni Ibu Dra. Masnidar Tanjung, M.Pd.


Sasaran sekolah yang dipilih yakni SDN Ciracas 15 Pagi. SDN Ciracas 15 Pagi merupakan salah satu sekolah dasar yang berada di daerah Jakarta beralamat di Jl. Penganten Ali No. 40. RT.11/066, Ciracas, Jakarta Timur, DKI Jakarta. 


Kegiatan dalam PLP 1 ini dilakukan dengan mewawancarai dua narasumber yaitu Bapak Drs. H. Sarsono, M.M. selaku kepala sekolah serta Ibu Ebah Saibah, S.Pd. selaku guru pamong SDN Ciracas 15 Pagi. Wawancara tersebut dilakukan secara langsung dengan menjaga protokol kesehatan. 


Pihak sekolah baik kepala sekolah maupun guru-guru sangat membantu mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan PLP ini. SDN Ciracas 15 Pagi melakukan kegiatan pembelajaran daring melalui zoom meeting semenjak pandemi Covid-19 ini, yang nantinya akan berubah menjadi Pembelajaran Tatap Muka (PTM). 


Bapak Drs. H. Sarsono selaku kepala SDN Ciracas 15 Pagi, menjelaskan “kami pihak sekolah sudah mempersiapkan untuk pembelajaran tatap muka ini dengan tetap melakukan protokol kesehatan. Kami juga menekankan agar peserta didik disiplin dengan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta membatasi mobilitas. Kegiatan PTM ini juga dihadiri oleh peserta didik yang sudah diizinkan oleh orang tua” ucapnya. 


Sebelumnya SDN Ciracas 15 Pagi telah melakukan pembelajaran secara daring, hal ini dirasakan oleh salah satu guru yakni Ibu Ebah Saibah, S.Pd. selaku wali kelas satu. Ibu Ebah menjelaskan adanya beberapa kendala yang dialami saat pembelajaran, salah satunya adalah kurangnya pengetahuan orang tua pada teknologi. Dengan demikian, selama pembelajaran daring berlangsung peran orangtua sangat penting dalam keberlangsungan belajar siswa dirumah, “Iya betul sekali, orangtua sangatlah penting dalam pembelajaran daring. Maka dari itu saya selalu berkomunikasi ke orang tua peserta didik untuk memberikan info-info seputar pembelajaran. Saya juga kerap membantu jika salah satu orang tua tidak memiliki handphone, saya akan meminta izin untuk rekannya/saudara dari peserta didik untuk meminjamkan handphone“ ucap Ibu Ebah Saibah, S.Pd.


Dengan adanya kegiatan Pengenalan Lingkungan Persekolahan ini mahasiswa mengetahui apa saja Problematika yang dihadapi oleh sekolah, peserta didik,orang tua dan guru serta solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu contoh dari problematika yang dialami saat pembelajaran daring yaitu, kurangnya ketersediaan waktu orang tua dari peserta didik untuk mendampingi siswa dalam proses pembelajaran. Karena guru dan orang tua merupakan pihak penting bagi keberlangsungan proses pembelajaran peserta didik, solusi yang dapat dilakukan dari problrmatika tersebut yaitu ketersediaan partisipasi orang tua dalam proses pembelajaran daring.

=