Notification

×

Iklan

Iklan

Mahasiswa PGSD FKIP Uhamka laksanakan Kegiatan PLP 1 di SDN Mekarsari 2 Cimanggis Kota Depok

Minggu, 10 Oktober 2021 | 10/10/2021 10:42:00 PM WIB | Last Updated 2021-10-10T15:42:01Z

Serambiupdate.com Mahasiswa  Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP UHAMKA  melakukan kegiatan Pengamatan Lingkungan Persekolahan (PLP I). Kegiatan ini merupakan kegiatan wajib tempuh bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terkait dengan penanaman nilai-nilai keterampilan pedagogik. Kegiatan yang biasa disingkat PLP memiliki tiga  tahapan, yaitu  PLP I yang diisi dengan kegiatan Pengamatan Lingkungan Persekolahan. PLP II dilakukan pengamatan/observasi kelas, PLP III merupakan  tahap praktik pembelajaran di kelas. Kegiatan PLP I dilaksanakan pada mahasiswa semester V. Pada kesempatan ini mahasiswa Program Studi PGSD FKIP UHAMKA Semester V yang terdiri dari: Siti Maymunah, Feby Fadia, Nabila Putriani, Arifah Setyaningsih, Refina Berlista Syawalda, Zidna Ilma dan Annisa Ghassani Qonita yang di bimbing langsung oleh ibu Prof. Dr. Suswandari M.Pd melaksanakan kegiatan PLP I.


Kegiatan PLP I dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Mekarsari 2, Komplek  Asuransi Jasindo Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat  dengan Kode Pos 16452. Sekolah Dasar Negeri Mekarsari 2 memenuhi kriteria sebagai sekolah pelaksanaan PLP I bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP UHAMKA. Sekolah Dasar Negeri Mekarsari 2 dipimpin oleh Ibu Edah Jubaedah, S.Pd M.M selaku kepala sekolah. Pelaksanaan kegiatan PLP I dilakukan dengan wawancara mendalam kepada ibu kepala sekolah itu sendiri dan Ibu Yuli Ristawati, S.Pd selaku guru kelas. Wawancara dilakukan secara langsung dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Hal–hal penting yang ditanyakan dalam wawancara kepada ibu kepala sekolah dan guru kelas berkaitan dengan situasi dan kondisi lingkungan sekolah. Wawancara berlangsung interaktif serta penuh dengan bimbingan dan arahan untuk dapat memahami tentang lingkungan sekolah secara nyata sebagai bekal  menjadi guru SD profesional di masa depan.


Pada kesempatan wawancara ini Ibu Kepala Sekolah menjelaskan tentang situasi lingkungan sekolah yang terdiri dari lingkungan fisik mencakup bangunan dan sarana prasarana pendidikan serta lingkungan sekolah yang berkaitan dengan kondisi guru, kondisi peserta didik serta kondisi Pandemi Covid-19 dan pengaruhnya pada  suasana lingkungan sekolah untuk mendukung aktivitas belajar mengajar yang dilakukan secara daring sampai tatap muka secara terbatas saat ini. Pada kesempatan tersebut, ibu kepala sekolah menjelaskan sebagai berikut: “ Alhamdulillah meskipun di masa pandemi ini, anak-anak tetap bersemangat mengikuti PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) guru juga terbantu berkat adanya kerja sama komite sekolah di dalam pemberian materi ajar. Hanya saja beberapa murid mungkin menjadi longgar dalam mematuhi tata tertib. Selain itu, anak-anak tidak dapat melakukan ekstrakurikuler pilihan secara maksimal karena gerak terbatas di masa pandemi ini ”. Ditambahkan pula bahwa: “ Pembiasaan-pembiasaan baik tetap dilakukan seperti berdoa bersama, saling menyapa, saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan dan lain lain tetap dilaksanakan melalui media daring selama pandemi ini ”.


Selanjutnya, wawancara dengan guru kelas ibu Yuli Ristawati, S.Pd yang menjelaskan tentang pembelajaran daring dinyatakan bahwa: “ pembelajaran daring dilakukan  dengan aplikasi Zoom untuk menjelaskan materi, Google Form untuk penilaian harian dan Google Classroom untuk penyampaian tugas ”. Selanjutnya ditambahkan bahwa : kendala yang kerap kali ditemui pada masa daring ini juga dirasakan oleh beberapa guru yang sudah senior atau terbilang berumur karena sulit untuk menggunakan perangkat IT secara maksimal, sehingga untuk guru dengan kategori senior  memilih menggunakan jejaring Video Call terhadap beberapa siswa secara berkala.  Kendala juga dirasakan para  wali murid terkait dengan ketersediaan  sarana untuk pembelajaran daring. Dalam kondisi ini, pihak sekolah tidak dapat memaksakan kehendak kepada para wali murid, khususnya yang terkendala di bidang ekonomi di masa pandemi ini.  Sekolah memberikan alternatif lain, untuk para peserta didik yang mendapatkan kendala seperti ini.


Sekolah Dasar Negeri Mekarsari 2, di bawah kepemimpinan Ibu Edah Jubaedah, S.Pd .MM terus melakukan inovasi agar aktivitas belajar mengajar di masa pandemi ini terus dapat berlangsung dengan baik, meskipun dihadapkan dengan berbagai kendala yang cukup besar. Di samping itu, SDN Mekarsari 2 juga berperan aktif dalam upaya mencegah penyebaran virus Covid-19 melalui penegasan untuk  menaati protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Sekolah juga menyiapkan tempat cuci tangan, handsanitaizer di beberapa titik yang terjangkau para peserta didik serta persediaan masker.  Guru yang hadir di sekolah pun menerapkan jaga jarak  sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui penetapan protokol kesehatan yang ketat dan terkontrol  lingkungan sekolah di SDN Mekarsari 2, tetap dapat melaksanakan aktivitas pembelajaran daring dengan baik.


Kegiatan PLP I yang dilakukan dari tanggal 23 September sampai dengan 4 Oktober telah memberikan pengalaman yang sangat berharga terkait dengan gambaran nyata tentang lingkungan sekolah dasar. Kami peserta PLP I mendapatkan informasi yang cukup banyak terkait dengan situasi dan kondisi sekolah dari mulai pintu gerbang sekolah, ruang kelas, halaman sekolah, ruang kepala sekolah, ruang guru dan sebagainya. Gambaran utuh tentang lingkungan sekolah dasar telah kami dapatkan di SDN Mekarsari 2, Kecamatan Cimanggis Kota Depok Jawa Barat. Melalui kegiatan PLP I ini  menumbuhkan jiwa  sebagai pendidik profesional  agar kelak dapat menjadi pendidik yang inovatif dan berkemajuan sesuai dengan harapan Indonesia.

=