Notification

×

Iklan

Iklan

Dinas Pendidikan Surabaya akan Hapus Pekerjaan Rumah (PR) Guna Kurangi Beban Tugas Siswa

Selasa, 25 Oktober 2022 | Selasa, Oktober 25, 2022 WIB | Last Updated 2022-10-25T04:00:46Z

 


Serambiupdate.com
- Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya akan menghapuskan Pekerjaan Rumah (PR). Penghapusan PR ini akan diterapkan guna mengurangi beban tugas para siswa SD dan SMP sehingga waktu belajar mereka hanya di sekolah saja.

 

Dalam hal ini, Pemkot dan Dispendik Surabaya penghapusan PR tersebut bertepatan Hari Pahlawan yakni 10 November 2022 mendatang.

 

Eri Cahyadi selaku Wali Kota Surabaya meminta adanya PR ini tidak boleh membebani para siswa karena pihaknya tengah fokus mengedepankan proses pertumbuhan karakter siswa.

 

"PR tidak boleh membebani anak-anak. Maka dari itu, saya ubah adanya PR untuk kegiatan pembentukan karakter. Saya harap meskipun tetap ada PR namun tidak terlalu banyak dan membebani karena yang terpenting adalah pertumbuhan karakter mereka,” ujar Eri, Minggu (23/10).

 

Sementara itu, Yusuf Masruh selaku Kepala Dispendik Surabaya mengatakan berdasarkan instruksi Eri selaku Wali Kota terkait jam sekolah yang terlalu panjang dapat membuat aktivitas sosial di luar sekolah menjadi berkurang. Oleh karena itu, pihaknya fokus dan serius untuk mengahapuskan PR guna mengurangi beban para siswa.

 

"Jam belajar selesai pukul 12.00 WIB dan pendalaman materi sampai pukul 14.00 WIB. Dalam hal ini, artinya dua jam sudah cukup efektif sehingga anak-anak bisa mengikuti pola pembelajaran melalui pengambangan bakat masing-masing seperti melukis, menari, mengaji, dan masih banyak lainnya," tutur Yusuf.

 

Oleh karena itu, untuk penyelesaian PR bagi tingkat SD dan SMP dapat dilakukan di kelas agar saat para siswa pulang sudah tidak ada beban PR lagi.

 

"Maka dari itu, pengayaan pembelajaran antar teman bisa membantu menyelesaikan PR dan pulang sudah tidak memikirkan PR lagi," tambahnya.

 

Menurutnya, pola pembelajaran pendalaman karakter ini akan melatih para siswa untuk lebih aktif, mandiri, serta berani memberikan pendapat dalam menciptakan desain atau rencana pengembangan pengetahuan para siswa.

 

"Jadi, anak dilatih aktif untuk membuat proyek sehingga saya siapkan banyak pilihan ekstrakulikuler yang cocok dengan sekolah dan kondisi anak-anak agar menyenangkan. Bahkan, respon dari teman-teman sekolah pun sangat setuju untuk fokus pada pembentukan karakter siswa," ucapnya.


ADP/SAN

×
Berita Terbaru Update