Notification

×

Iklan

Iklan

Peduli pada Kesehatan Mental, FKIP Uhamka Gelar Webinar Psikologi Perkembangan

Jumat, 08 Juli 2022 | Jumat, Juli 08, 2022 WIB | Last Updated 2022-07-12T05:23:42Z


Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) sebagai kampus Islami terbaik dan terakreditasi Unggul menggelar Webinar Psikologi Perkembangan dengan tema Mental Health Remaja dan Permasalahannya yang dilaksanakan pada Kamis, (7/7).

 

Kegiatan ini dihadiri oleh Desvian Bandarsyah selaku Dekan FKIP Uhamka beserta seluruh jajaran wakil dekan, Sri Astuti selaku Ketua Tim Teaching FKIP Uhamka, Rita Karnawati selaku Koordinator Tim Teaching FKIP Uhamka, Eka Heriyani selaku Koordinator Tim Teaching Mata Kuliah Psikologi Perkembangan, dan segenap civitas akademika Uhamka. Selain itu hadir pula dr. Aisah Dahlan dan dr. Prasila Darwin selaku narasumber

 

Desvian Bandarsyah selaku Dekan FKIP Uhamka mengungkapkan bahwa mendidik adalah pekerjaan yang luar biasa. Mendidik memberikan tuntutan untuk meninggalkan generasi yang kuat dan tidak lemah. Ia harap webinar ini akan membantu para mahasiswa calon pendidik untuk memenuhi tuntutan tersebut.

 

"Untuk membangun bangsa yang berkualitas maka kita tidak bisa meninggalkan penerus generasi bangsa yang bermental lemah dan tidak bisa berjuang. Seminar tentang mental health remaja dan permasalahannya adalah bagian dari upaya FKIP Uhamka dalam mencetak generasi yang kuat dan juga mencetak calon pendidik yang mampu mencetak generasi yang kuat itu," ujar Desvian.

 

Pada kesempatan ini, dr. Aisah Dahlan menyampaikan peran guru bukan lagi hanya sebagai seorang yang menjadi sumber ilmu, tetapi akan menjadi tempat untuk bercerita.

 

“Untuk para guru dan pendidik jangan heran nanti kedepannya kalau ada murid-murid kita bukan bertanya soal pelajaran, tetapi bercerita tentang dirinya dan perasaannya, karena memang itu yang mereka butuhkan. Maka jadilah pendidik yang bersahabat yang mau mendengarkan curhatan mereka,” terang dr. Aisah

 

Di lain hal, dr. Prasila Darwin menuturkan bahwa perbedaan generasi jelas adanya, sehingga perbedaan pola pembelajaran serta masalah-masalah yang timbul juga berbeda dan peran guru di sekolah menjadi sangat penting untuk menjembatani antara siswa dan orang tua.

 

“Generasi Z memiliki cara pembelajaran yang berbeda dengan generasi lama. Pembelajaran saat ini adalah seperti teman atau sebagai mitra bersama untuk mencapai tujuan bersama tentunya. Untuk bapak ibu, Kesehatan jiwa menjadi sesuatu yang penting karena menempati posisi keempat tertinggi penyakit terbanyak saat ini dan mungkin banyak yang tidak terdeteksi. Maka bapak ibu guru di sekolah dapat menjadi screening untuk anak murid dan dapat berkomunikasi dengan orang tua apabila mendapati masalah mental emosional dan perilaku pada anak didik”. Pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update