Notification

×

Iklan

Iklan

Kesulitan Akses Pendidikan, Suku Asmat Putus Sekolah

Kamis, 23 Juni 2022 | Kamis, Juni 23, 2022 WIB | Last Updated 2022-06-23T02:43:14Z


Serambiupdate.com Dalam laporan Barbalina Toisuta selaku Kepala Dinas PendidikanKabupaten Asmat, tercatat hampir 25 persen anak-anak Suku Asmat hanya menempuh pendidikan sampai kelas 4 Sekolah Dasar (SD).

Menurutnya, penyebab utamanya adalah kondisi orangtua. Beberapa orangtua mereka bekerja sebagai peramu yang nomaden.


“Penyebab mereka putus sekolah karena tidak ada perhatian orangtua, di Asmat ini posisi mata pencahariannya peramu,” kata Barbalina.


Dia juga menyampaikan bahwa, warga Suku Asmat dapat tinggal dan bekerja di hutan hampir satu tahun dengan mengurus dan membawa anak-anak mereka.


Kondisi tersebut memberikan anak-anak Suku Asmat kesulitan alam mengikuti kegiatan belajar di sekolah.


Warga Suku Asmat pada sebagian besar kurang memperhatikan pendidikan anak-anak mereka. Bahkan, masih berpikir tidak mendaftarkan anak-anak mereka untuk bersekolah.


Pemerintah daerah juga berupaya untuk menyediakan pusat kegiatan belajar di perkampungan, perpustakaan, dan sekolah satu atap bekerja sama dengan keuskupan.


Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap anak-anak Suku Asmat dapat menempuh pendidikan dengan baik dan tuntas.

DYL

×
Berita Terbaru Update