Notification

×

Iklan

Iklan

Pentingnya Literasi

25 Mei 2022 | Rabu, Mei 25, 2022 WIB | Last Updated 2022-05-25T02:08:00Z

 


 


Oleh : Selvina Rahmadini

Mahasiswa Uhamka



Minat baca di negara Indonesia ini cukup rendah. Pasalnya cukup banyak anak sekolah yang tidak memiliki minat dan motivasi dalam membaca. Mereka lebih memilih bermain dibandingkan dengan membaca. Mereka menganggap bahwa membaca tidak memiliki daya tarik di dalamnya, terutama ketika mereka melakukan proses belajar mengajar disekolah. Hal ini dikarenakan jarang sekali kita jumpai guru di sekolah yang ketika mengajarkan tidak menyuruh siswanya terlebih dulu membaca, tapi mereka hanya berpedoman pada silabus yang mereka anggap menjadi panduan di dalam mengajar siswa di sekolah.

Gerakan Literasi membudayakan membaca dan juga menulis. Budaya membaca dan menulis sebenarnya telah lama dicontohkan oleh para pendahulu sebelum kita karena membaca dan menulis adalah tanda kemajuan sebuah peradaban dunia. Gerakan literasi merupakan salah satu program yang harus dilaksanakan sekolah sekarang ini, karena tugas guru selain mendidik juga mengiatkan gerekan literasi baca tulis di sekolah mereka.

Literasi bermula dari kemampuan yang terdapat pada tiap individu dalam sebuah komunitas, seperti seorang siswa dalam suatu sekolah. Siswa yang literasi biasanya akan memiliki kegemaran terhadap aktivitas baca dan juga tulis, sehingga dalam pertumbuhan dan perkembangan melalui pembiasaan, penkembangannya ataupun pembelajarannya. Kemampuan tersebut akan menjadi kebiasaan yang membentuk suatu pola kemampuan literasi antara satu siswa dan siswa lain, sehingga bukan lagi sekadar kemampuan tunggal, melainkan kemampuan masyarakat, komunitas, atau warga sekolah. Oleh karena itu, budaya literasi adalah sesuatu yang lebih luas dan yang lebih penting daripada sekadar keterampilan teknis membaca dan menulis yang bersifat individualistis.

Sebuah sekolah akan memiliki nilai-nilai, norma-norma, kebiasaan-kebiasaan, sikap atau tindakan yang ditunjukkan oleh seluruh warga sekolah sehingga membentuk sebuah sistem sekolah. Sifat-sifat atau karakteristik itu merupakan akumulasi pengalaman, pengamatan, dan penghayatan seluruh warga sekolah sejak sekolah tersebut berdiri. Namun, secara umum, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa literasi belum menjadi budaya dalam kehidupan di sekolah. Mengapa hal tersubut terjadi? Hal tersebut terjadi karena salah satu penyebab adalah belum ada panduan literasi sekolah yang aplikatif, yang dapat menjadi acuan dalam implementasi literasi di sekolah.


=