Notification

×

Iklan

Iklan

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) yang Dilaksanakan di SDN Jatimakmur II serta Kebiasaan Baru yang Harus Diterapkan di Sekolah

Kamis, 07 Oktober 2021 | 10/07/2021 03:26:00 PM WIB | Last Updated 2021-10-07T08:26:28Z


Serambiupdate.com
Kegiatan PLP 1 yang dilaksanakan oleh mahasiswa dan mahasiswi Universitas Prof.Dr. Hamka (UHAMKA) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).  Mahasiswa dan mahasiswi melakukan kegitan PLP 1 ini di daerah Jatimakmur. Tepatnya di SDN Jatimakmur II yang berlokasi di Jln. Jatirahayu, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kabupaten Kota Bekasi, Jawa Barat. Selama dua tahun terakhir Indonesia terkena dampak dari Virus Covid-19. Dampak tersebut membuat sistem Pendidikan tidak berjalan seperti biasanya. Kebijakan untuk belajar dari rumah atau biasa dikenal dengan pembelajaran berbasis daring atau online dikeluarkan dalam surat edaran Nomor 4 Tahun 2020.

 

Keterbatasan guru dalam menghadapi pembelajaran daring adalah kurangnya persiapan, banyak guru yang tidak pernah mengira bahwa pembelajaran tidak dilaksanakan di sekolah atau daring. Menurut penelitian nafrin dan hudaidah dalam pembelajaran inovatif di masa pandemi, menyatakan bahwa guru saat pandemi Covid-19 dihadapkan berbagai permasalahan teknis pembelajaran online. Guru pun harus berupaya dalam berbagai macam strategi, metode dan model pembelajaran inovatif yang dapat memenuhi kebutuhan peserta didik di masa pandemi.

 

Berjalan dengan seiringnya waktu kebijakan baru-baru ini sekitar bulan September awal. Pemerintah mengeluarkan surat edaran bedasarkan hasil keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19, kita perlu memastikan perkembangan satuan pendidikan di wilayah masing masing. Dilaksanakannya pembelajaran tatap muka terbatas dengan memenuhi syarat-syarat yang ada, diantaranya ialah PTM Terbatas harus dilakukan dengan protocol kesehatan ketat dan terpantau, Satuan SD/MI dapat dilaksanakan mulai tanggal 6 september 2021 dengan maks 50% serta menjaga jarak min 1,5 m dan maks 18 peserta didik per rombongan belajar, dan Kegiatan belajar mengajar (KBM) PTM Terbatas dilaksanakan hari senin-jumat mulai pukul 07.00 s.d. 12.00 WIB.

 

Maka dari itu dengan adanya edaran baru tentang PTM Terbatas, pihak sekolah langsung mengambil langkah efektif dengan melakukan pembelajaran 50% di rumah dan 50% di sekolah.

 

Iis Kaswanti selaku Kepala SDN Jatimakmur 2 menjelaskan “Proses kegiatan pembelajaran KBM  hanya dilaksanakan pada kelas tinggi saja yaitu pada kelas 4, 5, dan 6. Sementara kelas rendah belum diperbolehkan dalam melaksanakan sistem KBM karena adanya peraturan dari pemerintah kota.  Adapun sistem masuk kelasnya yaitu anak kelas 4 masuk pada hari senin dan kamis, kelas 5 pada rabu dan sabtu, sedangkan kelas 6 selasa dan jumat”

 

Ibu Iis Kaswati juga menjelaskan “Selama adanya pandemi sistem piket yang dilakukan para guru di SDN Jatimakmur 2 yaitu 50% : 50% ada yang di rumah dan adapula yang di sekolah”

 

Sebelum diperbolehkan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas (ptmt). Guru melakukan proses kegiatan pembelajaran secara daring atau luring karna tidak diperbolehkan tatap muka secara langsung. Selama ini guru melakukan proses pembelajaran melalui zoom meeting. Serta guru memberikan pembinaan kepada peserta didik agar memiliki sikap sopan santun dan pembiasaan baik lainnya yang dibarengi dengan pembinaan paling utama yaitu orang tua, karena orang tua merupakan orang terdekat yang paling sering berinteraksi bersama peserta didik. 

 

Maryanto selaku guru kelas 5B menuturkan bahwasanya “Selama adanya pandemic covid-19 ini, pembelajaran tetap dilaksanakan. Adapun upaya pembelajaran dilakukan sesuai anjuran pemerintah yaitu pembelajaran luring atau daring. Sekolah melakukan pembelajaran seperti biasanya baik guru kelas ataupun guru bidang studi tetap memberikan pembelajaran yang sudah ada. Tepat jam 7 guru kelas atau guru bidang studi memberikan materi kepada peserta didik melalui via whatssap grup atau rekaman suara dan lain-lain.”

 

Dengan diadakannya Program Pengenalan Lapangan Persekolahan 1 ini secara tidak langsung  para mahasiswa dan juga mahasiswi mendapatkan pengalaman dalam membangun kerja sama antar yang lainnya. Juga mendapatkan pengetahuan serta ilmu yang bermanfaat yang tidak bisa di dapatkan selama duduk di bangku perkuliahan karena dengan datang ke lingkungan sekolah membuat para mahasiswa mahasiswi bisa mengetahui proses pembelajaran langsung di sekolah bersama para guru yang professional sebelum menjadi pengajar.   

 

=