Notification

×

Iklan

Iklan

Mahasiswa FKIP UHAMKA laksanakan PLP 1 di SDIT Almarjan Bekasi

Rabu, 06 Oktober 2021 | 10/06/2021 07:25:00 AM WIB | Last Updated 2021-10-06T00:25:04Z


Serambiupdate.com
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, telah melakukan sebuah kegiatan yaitu pengenalan lapangan persekolahan 1 (PLP 1) berdasarkan surat edaran yang ditetapkan dengan  nomor surat : 1546/F.08.01/202 tentang “Pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 1 Tahun Akademik 2021/2022


Sudah menjadi sebuah kewajiban bagi mahasiswa FKIP UHAMKA semester 5 untuk melakukan kegiatan PLP 1, sebelum terjun ke tempat pelaksanaan mahasiswa Uhamka Fkip WAJIB untuk mengikuti sebuah kegiatan yaitu Pembekalan dan Orientasi PLP 1 (14/09/2021) dibagi menjadi dua waktu yaitu pagi dan siang. Dalam kegiatan tersebut memberikan mahasiswa penjelasan tugas-tugas yang harus dikerjakan seperti menentukan kelompok, sekolah yang ingin dikunjungi sebagai kegiatan PLP 1 dan tugas individu maupun kelompok dalam bentuk laporan atau video.


Salah satu kelompok mahasiswa program studi pendidikan guru sekolah dasar (PGSD), menempatkan sebuah sekolah yang menjadi tempat sasaran untuk melakukan kegiatan PLP 1 yaitu di Sdit Almarjan Bekasi alamatnya terdapat di Jl. Perintis 1, RT.001/RW.011, Jatikramat, Kec. Jatiasih, Kota Bks, Jawa Barat 17421. Yang dimana terdapat 6 mahasiswa yaitu 1) Shafa Tasya Azzahra (1901025377), 2) Safitri Dwi Aryanti Muchsin Nur (1901025080), 3) Zahra Putri Nabilah (1901025236), 4) Maulida Rufaidah (1901025320), 5) Dina Aprilia Ferdiyani (1901025356), 6) Sri Mutmainah  (1901025056). Yang dimana Sdit Almarjan Bekasi ini lokasinya sangat strategi mudah kunjungi untuk mahasiswa yang dimana semuanya berdomisili jabodetabek.


Keenam mahasiswa tersebut melakukan observasi tempat dan komunikasi ke pihak sekolah (22/09/2021) untuk meminta izin secara langsung dengan bertemu kepala sekolah Sdit Alamrjan yaitu Ibu Siti Nurhaeni M.Pd untuk melakukan kegiatan PLP 1 dari tanggal 23 september – 04 oktober 2021, dan di izikan oleh Ibu Siti Nurhaeni M.Pd untuk melakukan kegiatan PLP 1 dan observasi kelas di tingkat kelas rendah yaitu (kelas 1, 2, dan 3).


Pada (23/09/2021) memberikan surat izin dari Uhamka Fkip untuk Sdit Almarjan kepada bagian tata usaha (TU) dan dimana dibagi menjadi 3 kelompok untuk menentukan kelas yang akan di observasi, yang dimana di Sdit Almarjan mempunyai tata cara untuk penepatan kelas bagi siswanya yaitu 1) kelas untuk khusus perempuan atau akhwat, 2) kelas untuk khusus laki-laki atau ikhwan, 3) kelas regular untuk perempuan dan laki-laki.


Melakukan observasi hari ke 1 (23/09/2021) kami mendapatkan sebuah pembelajaran yaitu mengenal kultur atau budaya, proses kegiatan pembelajaran di saat pandemic covid saat ini, dan tata cara guru mengelola kelas. Untuk budaya yang ada di Sdit Almarjan dimana mengajarkan atau menanamkan kebiasan tutur kata dan adab yang baik, budaya bersih dan disiplin.


Kegiatan observasi hari ke 2 (24/09/2021) kami disini mengamati akan sebuah pembiasaan postif yang diajarkan walikelas atau guru yang ada di Sdit Almarjan seperti melakukan 1) Sholat dhuha, 2) Dzikir pagi sebelum pembelajaran, 3) Berinfaq, 4) Para guru dan siswa sholat berjamaah, dan melihat persiapan sekolah untuk melakukan PTS terdapat offline untuk kelas tinggi yaitu kelas 4, 5, dan 6 untuk kelas rendah dilakukan secara online yaitu kelas 1, 2, dan 3.


Salah satu anggota kelompok yaitu Safitri Dwi Aryanti mengatakan “Selama melakukan observasi di Sdit Almarjan ini terdapat sebuah kegiatan yang berbeda dengan sekolah lainnya yang dimana terdapat makan siang bersama untuk siswa Sdit Almarjan ini yang sudah disiapkan oleh pihak sekolah, dan saat sebelum memulai pembelajaran dimana walikelas sudah ada di kelas untuk menyambut siswa yang datang dan setelah pembelajaran walikelas mengantarkan siswa sampai digerbang dan sampai dijemput dengan orangtua murid. Dengan melihat hal tersebut saya berfikir tanggung jawab akan guru yang ada di Sdit Almarjan ini sangat penuh tanggung jawab akan siswa mereka yang patut di contoh untuk para guru atau calon guru yang memberikan rasa ikatan yang kuat dan harmonis terhadap guru dan murid”


Pada keesokan harinya (25/09/2021) melakukan wawancara kepala sekolah yaitu Ibu  Siti Nurhaeni M.Pd, untuk memenuhi tugas dalam kegiatan PLP 1 dimana kami menanyakan beberapa point pertanyaan yaitu 1) Karakteristik umum peserta didik, 2) Struktur organisasi dan tata kerja sekolah, 3) Peraturan dan tata tertib sekolah, 4) Kegiatan-kegiatan seremonial formal di sekolah, 5) Kegiatan-kegiatan rutin berupa kurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuluer, dan 6) Praktik-praktik pembiasan dan kebiasan positif di sekolah.


Dalam wawancaranya Ibu Siti Nurhaeni M.Pd mengatakan “Bahwa di Sdit Almarjan ini kami mendidik siswa akan 4 kata senjata yaitu tolong, permisi, maaf, dan terimakasih. Maka ketika lulus insyallah menjadi Khalifah fil ardh bermanfaat bagi manusia baik alam sekitarnya. Pada umumnya hal yang utama untuk diterima menjadi peserta didik di Sdit Almarjan  adalah mengenai usia jika usia anak sudah 6 tahun di bulan Juli bisa diterima, kemudian biasanya juga ada wawancara dari anak-anak calon murid Almarjan dan wawancara orang tuanya. Karena kami berfikir bahwa setiap anak berhak mendapatkan peluang untuk pembelajaran, terlebih lagi ini masih sekolah dasar, jadi siapapun anak-anak bisa bersekolah di Sdit Almarjan. ”


Dengan perwakilan anggota kelompok yang sudah berkomunikasi dengan guru pamong yang akan menjadi narasumber dimana tepat pada (27/09/2021) melakukan wawancara kepada guru pamong yaitu dengan Ibu Ummul Faizah Rohmatin sebagai observer di Sdit Almarjan. Dimana kami menanyakan beberapa point pertanyaan yaitu 1) Kegiatan pembelajaran secara luring/daring yang dilakukan pada saat pandemi Covid-19, 2) Proses penilaian yang dilakukan dalam pembelajaran luring/daring, 3) Kendala yang ditemui selama pembelajaran luring/daring, 4) Motivasi siswa selama pembelajaran luring/daring.


Dalam wawancara  Ibu Ummul Faizah Rohmatin mengatakan Sebagai guru dalam pembelajaran daring dari hati saya, dimana biasanya bertemu dengan anak anak tiba-tiba tidak bisa bertemu dengan melakukan secara daring.  Suatu tantangan baru buat guru yang ada di sdit almarjan, karena tidak semua ada beberapa pembelajaran itu tidak bisa berikan dengan secara online. Sebelum pembelajaran tatap muka berlangsung pastinya para guru menyiapkan segala kebutuhan belajar mengajar yang diperlukan, tidak hanya di materi namun lebih kepada protokol kesehatan, serta membuat surat pernyataan persetujuan orangtua apakah mereka mengizinkan atau tidak anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka. Di SDIT Almarjan mengutamakan keamanan, kesehatan dan keselamatan siswa. Seperti mengingatkan siswa untuk memakai masker dengan benar, diberikan pengarahan yang baik dengan memberitahukan bahwa masker tersebut boleh dilepas saat kegiatan makan dan saat wudhu saja. Selain itu, para guru memperkuat materi dengan memberikan materi-materi yang esensial sehingga waktunya cukup untuk siswa. Karenanya para guru harus fokus pada pelayanan yang akan diberikan kepada siswa, baik bagi mereka yang mengikuti pembelajaran secara daring maupun luring.”


Setelah melakukan wawancara Ibu Ummul Faizah Rohmatin ada beberapa kata-kata motivasi untuk anggota kelompok sebagai calon guru dimasa depan beliau mengatakan “Jadilah guru  yang memberikan kenangan yang baik kepada siswa karena pasti akan selalu diingat siswa, dan memberikan ilmu yang bermanfaat akan menjadi pahala jariyah, akan tetapi jika terdapat pertanyaan tidak tau jawabanya lebih baik berkata tidak tahu atau menjadi sebuah pekerjaan rumah (PR) untuk mencari tahu jawab atas pertanyaan siswa sehingga tidak memberikan informasi yang salah kepada siswa dan menjadi sebuah dosa jariyah untuk diri sendiri, untuk menjadi guru maka haru berhati-hati ketika mengajarkan kepada anak-anak.”


Semoga dengan diadakannya kegiatan pengenalan lapangan peersekolahan 1 dan artikel berita ini kami buat dapat memberikan sebuah manfaat, inovasi, dan ilmu untuk semua mahasiswa Uhamka Fkip, sehingga bisa menciptakan calon guru yang berkualitas.

=