Notification

×

Iklan

Iklan

KPK Harap Sivitas Akademika Bantu Awasi Dana Pendidikan

Rabu, 06 Oktober 2021 | 10/06/2021 08:41:00 AM WIB | Last Updated 2021-10-06T01:41:37Z


Serambiupdate.com
Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengajak sivitas akademika untuk ikut mengawasi penggunaan dana pendidikan. Hal tersebut disampaikan saat ia memberikan kuliah umum berjudul 'Pembangunan Budaya Integritas Melalui Pendidikan Antikorupsi' di Universitas Udayana.

 

"Dana yang dikucurkan oleh pemerintah untuk pendidikan tinggi cukup besar. Kalau tidak diawasi dengan baik, dana tersebut disalahgunakan dan yang jadi korban mahasiswa," tutur Alexander. Demikian dikutip dari Antara, Selasa (5/10)

 

Alexander mencontohkan bagaimana dana pengadaan alat laboratorium dapat dikorupsi.

 

"Yang seharusnya dapat dibelikan alat bagus karena korupsi dibelikan yang kualitasnya lebih rendah atau akurasinya tidak baik, maka yang dirugikan sesungguhnya adalah mahasiswa," tambah Alexander.

 

Di hadapan lebih dari 800 peserta yang hadir termasuk dekan, tenaga pengajar, dan mahasiswa yang ikut secara daring maupun luring, Alexander turut menjelaskan bahwa korupsi masih dipahami sebagian pihak sebagai perbuatan yang merugikan keuangan negara saja.

 

"Padahal, banyak perbuatan koruptif lain yang tidak selalu merugikan keuangan negara tetapi juga termasuk korupsi yang dampaknya dirasakan semua pihak," ungkap Alexander.

 

Namun di sisi lain, menurut Alexander, pemahaman masyarakat terhadap antikorupsi cenderung mengalami peningkatan.

 

Mengutip hasil survei perilaku antikorupsi Badan Pusat Statistik (BPS) terjadi kenaikan skor dari tahun ke tahun, artinya perilaku antikorupsi masyarakat di Indonesia sudah baik walau masih ada masyarakat yang masih memberikan sesuatu setelah memperoleh pelayanan publik baik secara sukarela maupun tidak.

 

"Hal ini memperlihatkan masyarakat masih bersifat permisif atau serba membolehkan. Saya diuntungkan kok dan tidak keberatan untuk membayar. Nah, ini tidak benar," tambah Alexander.

 

Rektor Universitas Udayana, Prof Nyoman Gde Antara, sepakat pentingnya pembangunan budaya antikorupsi di kampus.

=