Notification

×

Iklan

Iklan

Kota Palu Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

19 Oktober 2021 | Selasa, Oktober 19, 2021 WIB | Last Updated 2021-10-19T02:18:14Z


Serambiupdate.com
Pembelajaran tatap muka terbatas untuk jenjang pendidikan PAUD hingga SMP di Kota Palu sudah mulai dilaksanakan pada Senin (18/10/2021). Baik orangtua, peserta didik, dan guru diingatkan untuk tidak larut dalam euforia demi menjaga situasi dan kondisi agar tetap kondusif.

 

Pembelajaran Tatap Muka secara Terbatas (PTMT) itu mulai diselenggarakan menyusul Kebijakan Pemerintah Kota Palu yang menurunkan level PPKM Palu menjadi level 2.

 

Pembukaan sekolah tetap dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan ketat di semua sekolah. Guru, peserta didik, hingga orangtua harus menjalani menjalani tes suhu tubuh dan wajib menggunakan masker saat masuk ke lingkungan sekolah.

 

Demi mengatur pembatasan jumlah siswa yang belajar dikelas, pihak sekolah diberi kewenangan sesuai dengan kondisi setiap sekolah dengan jumlah siswa di kelas dibatasi hanya 50 persen dari jumlah keseluruhan.

 

“Di sini para siswa bergiliran belajar di setiap kelas karena hanya diisi antara 14 hingga 16 siswa per kelas,” Kepala Sekolah SDN 24 Palu, Rusydiati mengatakan, Senin (18/10/2021).

 

Tidak hanya pembatasan jumlah peserta didik di kelas, protokol kesehatan di sekolah juga diterapkan dengan memangkas durasi belajar. Jika normalnya siswa SD masuk sekolah sejak pukul 7 pagi hingga pukul 1 siang, saat ini mereka masuk sekolah sejak pukul 8 pagi hingga pukul 12 siang. Kegitaan istirahat dan makanpun hanya dilakukan di dalam kelas.

 

Lebih lanjut, Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Abdul Hafid menegaskan monitoring terhadap di sekolah dilakukan setiap hari untuk memastikan protokol kesehatan Covid-19 diterapkan. Hafid juga mengingatkan pihak sekolah untuk menjaga aktivitas siswa di sekolah karena pandemi masih menjadi kekhawatiran.

 

Sebelumnya pembelajaran di sekolah tingkat dasar hingga menengah di Kota Palu ditutup sejak Maret 2020 karena pandemi yang tak terkendali. Kasus positif Covid-19 yang fluktuatif membuat rencana pembukaan sekolah terus tertunda.

 

“Kami minta sekolah bekerjasama dengan puskesmas terdekat. Yang pasti kami berharap tidak ada uforia dengan dibukanya kembali sekolah ini,” Abdul Hafid mengingatkan.

=