Notification

×

Iklan

Iklan

Tingkatkan Digitalisasi Sekolah, Kemendikbud Produksi Laptop Merah Putih

Sabtu, 31 Juli 2021 | Sabtu, Juli 31, 2021 WIB | Last Updated 2021-08-03T00:04:18Z



Serambiupdate.com Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) terus mendorong produksi Laptop “Merah Putih” melalui pembentukan konsorsium perguruan tinggi dalam negeri. Perguruan Tinggi Negeri yang menjadi bagian dari konsorsium tersebut yakni Institut Teknologi Surabaya, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Indonesia.

 


Wakil Rektor Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Pengembangan ITB, Muhamad Abduh mengatakan laptop Merah Putih dari ITB sendiri diinisiasi oleh Adi Indrayanto dari STEI sebagai Ketua Pusat Mikroelektronika. Terdapat lima kategori kegiatan dalam masing-masing PTN-BH anggota konsorsium, yaitu terkait dengan platform hardware, sistem operasi, software aplikasi, perangkat peripherals, dan komponen.

 

 

Tim ini nantinya akan bekerja sama dengan mitra industri untuk sisi produksinya. Tim ahli lebih fokus kepada RDE (penelitian, pengembangan, kerekayasaan), sementara untuk produksinya akan bekerja sama dengan mitra industri, baik lokal maupun multinasional,” paparnya seperti dirangkum dari laman ITB, Kamis (29/7/2021).

 

 

Mengenal spesifikasi laptop Merah Putih

Terkait spesifikasi, Adi Indrayanto dalam laman ITB mengatakan, laptop ini nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan proses pendidikan yang memiliki level pendidikan yang berbeda.


 

Komponen produknya tetap berasal dari mancanegara sebab di dunia tidak ada produk elektronika yang semua komponennya dibuat oleh sebuah negara. TKDN (tingkat kandungan dalam negeri) akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan industri dalam negeri dalam memproduksi hasil RDE dari tim konsorsium.

 

 

Muhamad Abduh menambahkan, program ini diinisiasi dengan adanya keperluan perangkat digital (laptop, tablet) untuk proses pembelajaran digital oleh pemerintah. Bukan hanya untuk menjawab kebutuhan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang selama ini menjadi satu-satunya cara untuk meneruskan proses pendidikan dalam kondisi pandemi Covid-19, tetapi juga menjawab rencana Kemendikbud Ristek untuk melakukan transformasi digital dalam proses pembelajaran sesuai dengan arahan Presiden. “Jadi pengguna terbesar adalah pemerintah untuk kebutuhan pembelajaran digital dalam proses pendidikan,” kata dia.

 

 

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi industri dalam negeri guna memproduksi perangkat digital. TKDN naik, tumbuhnya ekosistem industri perangkat digital di Indonesia, serta inovasi perguruan tinggi terkait dengan pembelajaran digital akan dimanfaatkan oleh pemerintah pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

 

 

“Aktivitas ini juga diharapkan akan membuka lapangan kerja dalam bidang rekayasa (engineering) di produk digital, dan lulusan perguruan tinggi, politeknik, dan SMK di bidang teknologi elektronika dan informatika akan terserap,” ucapnya. Nantinya diharapkan industri dalam negeri bisa memproduksi perangkat digital untuk pasar nasional bahkan internasional. Indonesia bisa menjadi pusat produksi perangkat digital ASEAN.

×
Berita Terbaru Update