Notification

×

Iklan

Iklan

Gaslighting, Menjebak Seseorang Secara Tidak Sadar

31 Juli 2021 | Sabtu, Juli 31, 2021 WIB | Last Updated 2021-08-03T01:52:29Z

Karya Aulia Rahma Putri

Mahasiswa D3 Perpajakan FEB Uhamka

Gaslighting adalah bentuk perilaku manipulasi psikologis yang membuat korban merasa ragu dan rendah diri, sedangkan pelaku berkuasa dan mengontrol. Korban gaslighting biasanya tidak sadar jika mereka berada dalam keadaan ini atau dalam kontrol gaslighter.

Kebanyakan orang tidak sadar mereka terjebak karena adanya manupulasi dari gaslighter yang membuat korban seolah selalu salah dengan menimpakan kesalahan yang terjadi. Korban gaslighting tidak dapat membedakan antara kebenaran dan kebohongan karena dipengaruhi oleh pemikiran dan perasaan gaslighter.

Sesorang yang menjadi gaslighter  biasanya mudah untuk memanipulasi karena mengetahui ketakuan, kekuatan dan kepercayaan seseorang. Perilaku dari gaslighter biasanya mengatakan kebohongan yang tampak seperti kejujuran , terus membantah meski terbukti bersalah, memanfaatkan kebaikan orang lain, sering merasa menjadi korban dan menimpakan kesalahan kepada orang lain.

Selain dari ciri gaslighter, ada juga beberapa ciri yang dapat dikenali jika menjadi korban gaslighting secara umum. Beberapa ciri yang dapat dikenali jika terjebak dalam gaslighting adalah merasa selalu salah, selalu meminta maaf, sulit memutuskan pilihan sendiri, menjadi lebih cemas dan merasa kurang percaya diri. 

Pada mulanya manipulasi psikologis melalui gaslighting tampak menjadi masalah kecil. Namun jika terjadi secara terus-menerus atau berkepanjangan, perilaku ini dapat menimbulkan tekanan psikologis dan trauma emosional pada korban. Bila menemukan cirri gaslighting pada diri sendiri hendaknya segera berkonsultasi pada ahlinya. Jangan sampai terjebak dan membuat kehidupan kita hancur.


=